Bookmark and Share

Public Junior High School 2 Gresik

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Bilingual School More »

Spendagres

Spendagres is the best!!! More »

SMP Negeri 2 Gresik

Creative - Innovative - Competitive School More »

Welcome to smpnegeri2gresik.com

Portal Resmi SMP Negeri 2 Gresik More »

Berprestasi di Tingkat Nasional

Juara 1 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Sosial dan Juara 3 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Teknologi More »

Spendagres dan Prestasi

Prestasi Tenaga Pendidik Spendagres tahun 2013 More »

Student Achievements

Prestasi Siswa di tahun 2014 sangat membanggakan SMP Negeri 2 Gresik More »

Info PPDB SMP Negeri 2015

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Kabupaten Gresik Tahun 2015 More »

 

Bantuan Beasiswa dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

IMG-20150820-WA0006Alhamdulillah, pada hari Kamis, 20 Agustus 2015 pada pukul 09.00 WIB, 5 (lima) orang siswa/i di SMP Negeri 2 Gresik mendapatkan bantuan beasiswa perlengkapan sekolah dan uang tunai sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pihak sekolah dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk berharap bantuan beasiswa dapat meningkatkan semangat belajar dan prestasi siswa/i. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari pihak PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk  kepada para siswa.

Kelima siswa/i tersebut adalah :

  1. Yuli Wardatus Sholichah (kelas 8)
  2. Muhammad Fikri (kelas 8)
  3. Muroqobah Rama Bahtiar (kelas 8)
  4. Imroatun Nadila (Kelas 9)
  5. Dinda Febri Herdianti (Kelas 9)

 

Idul Fitri 1436 H

IDULFITRI 1436 H

Segenap Keluarga Besar SMP Negeri 2 Gresik mengucapkan Selamat Idul Fitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Taqobballahu minna waminkum..

Pisah Pasrah Siswa-Siswi Kelas IX Tahun Pelajaran 2014-2015

Alhamdulillah, pada tanggal 12 Juni 2015, pada pukul 18.30 WIB s.d. selesai telah diadakan acara Pisah Pasrah Siswa-Siswi Kelas IX SMP Negeri 2 Gresik di Gedung Graha Sarana Petrokimia Gresik lt. 2. Pada acara tersebut semua siswa yang hadir didampingi orang tua/wali murid. Mereka hadir dengan wajah cerah ceria dan penuh asa menatap masa depan yang lebih baik tuk menggapai cita-cita.

Acara dihadiri oleh oleh beberapa undangan, diantara Komite Sekolah, Camat Gresik, Lurah Kebungson, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dalam hal ini wakili oleh Ibu Maslichah, S.Pd., MM.

Pada malam itu juga diberikan penghargaan kepada beberapa siswa berprestasi dan ditampilkan kreatifitas seni siswa-siswi SMP Negeri 2 Gresik.

Tepat pukul 21.00 WIB para peserta pisah pasrah yaitu kelas IX A-H tahun pelajaran 2014-2015 dikukuhkan menjadi alumni SMP Negeri 2 Gresik. Pengukuhan dilakukan oleh kepala SMP Negeri 2 Gresik Bpk. Munasich, S.Pd.I, M.M.Pd.

DSC_0240 DSC_0256

 DSC_0242 DSC_0276

DSC_0312 DSC_0344

DSC_0357 DSC_0380

DSC_0423

Pengumuman Kelulusan Tahun 2014/2015

Alhamdulillah…

Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Gresik lulus 100 %

 click here

Torehan Prestasi di Lomba Karya Cipta dan Penelitian Ilmiah Tahun 2015

LPIR 2015

Juara 1 Lomba Karya Cipta dan Penelitian Ilmiah Jenjang SMP/MTs Bidang IPS

LPIR 2015-2

Juara 2 Lomba Karya Cipta dan Penelitian Ilmiah Jenjang SMP/MTs Bidang IPA

LPIR 2015-3

Juara Harapan 1 Lomba Karya Cipta dan Penelitian Ilmiah Jenjang SMP/MTs Bidang IPS

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2015

ppdb gresik

PENGERTIAN

  1. PPDB, Kepanjangannya adalah Penerimaan Peserta Didik Baru artinya proses seleksi administrasi dan akademis calon siswa untuk memasuki jenjang pendidikan setingkat lebih tinggi (SMPN)
  2. PPDB Online Real Time System adalah sistem penerimaan peserta didik baru pada Sekolah Negeri dengan proses entri memakai sistem database, seleksi otomatis oleh komputer, hasil seleksi otomatis online internet dan Short Message Service (SMS) setiap waktu.
  3. SST adalah singkatan dari Sistem Skoring Terpadu artinya gabungan dari beberapa komponen nilai/aspek sesuai dengan Pembobotan masing-masing.
  4. Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah adalah surat keterangan yang berisi nilai yang diperoleh dari hasil ujian sekolah (Tiga Mata Pelajaran) yang selanjutnya disingkat SKHUS.
  5. Daftar Nilai Hasil Ujian Sekolah adalah nilai yang diperoleh dari hasil ujian sekolah yang selanjutnya disingkat DNHUS.
  6. Ijazah adalah surat pernyataan resmi dan sah yang menyatakan bahwa seseorang peserta didik telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dan diberikan setelah dinyatakan lulus Ujian Sekolah dari Provinsi dan Ujian Sekolah lokal.
  7. Sekolah Tujuan adalah sekolah yang menjadi sekolah pilihan bagi calon siswa.

 

KETENTUAN UMUM

  1. Penerimaan peserta didik baru pada SMP Negeri dilakukan melalui seleksi, dengan mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan.
  2. Kesempatan untuk mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru terbuka seluas-luasnya bagi peserta didik SD atau sederajat baik negeri maupun swasta, yang memenuhi persyaratan.
  3. Melakukan pendaftaran online pada situs www.gresik.siap-ppdb.com
  4. Daya tampung calon peserta didik dari luar daerah kabupaten gresik yang diterima, maksimal 5% dengan pembulatan kebawah dari daya tampung sekolah
  5. Pagu SMP Negeri per Kelas 32 Siswa
  6. Pemilihan sekolah maksimal 3 (tiga) sekolah
  7. Tempat pendaftaran dan sekaligus sebagai tempat Tes

 

SISTEM SELEKSI SMP NEGERI

A. SST (Sistem Skoring Terpadu) Maksudnya gabungan dari beberapa aspek dengan pembobotan, Sebagai berikut :
1. DNHUS murni (3 mapel) 30 %
2. Tes Akademis 60 %
3. Prestasi Akademis 5 %
4. Prestasi Non Akademis 5 %

B. Non Sistem Skoring Terpadu (Tanpa Tes)
Khusus bagi siswa yang memiliki prestasi akademik / non akademik perorangan/beregu tingkat Nasional dan/atau tingkat Propinsi, sebagaimana tersebut di bawah ini memiliki hak untuk masuk di salah satu sekolah SMP Negeri di kabupaten Gresik tanpa tes dengan ketentuan yang bersangkutan harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia Rayon (Bidang Dikdas Dispendik) untuk dilakukan Verifikasi dan mendapatkan Surat Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan dengan menunjukkan :
1. Piagam / sertifikat asli dan foto copy yang dilegalisir induk organisasi terkait dan/atau
2. SK penetapan sebagai juara.

Adapun prestasi akademik / non akademik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Siswa yang memiliki prestasi akademik Pelajar Teladan, LKIR tingkat Nasional Juara I, II dan III atau peserta OSN tingkat Nasional
  2. Siswa yang memiliki prestasi akademik Pelajar Teladan , LKIR tingkat Provinsi Juara I atau peserta OSN yang masuk Passing Grade tingkat provinsi.
  3. Siswa yang memiliki prestasi non akademik (O2SN,POPNAS, Kejurnas, PON semua Cabang Olahraga , FL2SN dan Pekan Seni Pelajar) diantaranya : Atletik, Catur, Bulu tangkis, Tenis Meja, Renang, Senam lantai, Tenis Lapangan, Seni Lukis, Seni Kriya, Seni Cipta Puisi, Seni Suara Solo/Duet, Seni Musik, Modeling, Seni Kaligrafi, Telling Story, Seni Baca Al-Qur’an, dll ) Perorangan/Beregu tingkat Nasional dan Propinsi Juara I, II, III. Dan siswa yang hafal Al Qur’an Minimal 3 Juz dan dibuktikan surat keterangan dari pemangku pondok pesantren dan lolos uji petik dari panitia.
  4. Siswa yang memiliki prestasi Akademis / Non Akademis sebagai mana tersebut di atas, yang tidak menggunakan haknya sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka harus melalui seleksi Sistem Skoring Terpadu.
  5. Siswa yang memiliki prestasi Akademik/Non Akademik yang tidak termasuk pada jalur seleksi Non Tes, kepadanya diberikan tambahan skor sesuai ketentuan yang berlaku.
  6. Untuk piagam yang diperoleh dari hasil lomba/pertandingan tanpa atau tidak melalui seleksi berjenjang dihargai setingkat juara I tingkat kabupaten.
  7. Verifikasi sertifikat/piagam prestasi dilakukan oleh Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik di Bidang Dikdas (sesuai jadwal)

Tabel Prestasi Akademis/Non Akademik SMP

TINGKAT PRESTASI Juara 1 Juara 2 Juara 3
Nasional Bebas Tes Bebas Tes Bebas Tes
Propinsi Bebas Tes Bebas Tes Bebas Tes
Kabupaten 15,00 12,50 10,00
Kecamatan 10,00

Persyaratan Mengikuti Seleksi

  1. Telah tamat dan lulus SD / MI / SDLB atau yang sederajat.
  2. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada tahun pelajaran baru (lahir sesudah tanggal 23 Juli 1997).
  3. Menyerahkan Fotokopi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau Surat keterangan dari Kepala Sekolah tentang NISN.
  4. Menyerahkan Fotokopi akte kelahiran atau kenal lahir (jika ada).
  5. Menyerahkan pas foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar.
  6. Menyerahkan SKHUS asli
  7. Menyerahkan foto copy ijazah/Surat keterangan lulus dari sekolah.
  8. Melampirkan piagam atau sertifikat prestasi akademik dan non akademik (jika ada).
  9. Mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA ) yang meliputi : Matematika, Bahasa Indonesia, IPA,
  10. Menyerahkan Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan asal dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Gresik (bagi peserta dari luar Gresik).
  11. Melakukan pendaftaran online pada situs www.gresik.siap-ppdb.com.
  12. Melakukan verifikasi pendaftaran pada sekolah yang menjadi tujuannya.

JADWAL KEGIATAN

 No Jenis Kegiatan Tanggal Jam Keterangan
1 Sosialisasi PPDB Mulai 22  Mei 2015 Sekolah, Internet
2 Verifikasi Sertifikat/Piagam Prestasi oleh dinas 25 Mei  s.d 20 Juni 2015 08.00 – 15.00 WIB Dinas Pendidikan Kab. Gresik
3 Simulasi PPDB On Line 15 s.d 19 Juni 2015 24 jam Internet
4 Pendaftaran On Line Mandiri 22 s.d 27 Juni 2015 24 jam Internet
5 Verifikasi Pendaftaran 22 s.d 27 Juni 2015 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Tujuan
6 Hasil peringkat sementara 22 s.d 27 Juni 2015 24 jam Nilai yg tampak pada situs online belum termasuk hasil TPA
7 Peserta dapat melihat tempat pelaksanaan tes 28 Juni 2015 13.00 WIB Sekolah tempat verifikasi
8 TPA (Mat, B. Ind, IPA) 29 Juni 2015 08.00 – 10.00 WIB Sekolah tempat verifikasi
9 Pengumuman Diterima 8 Juli 2015 09.00 WIB Internet
10 Pengambilan berkas bagi siswa yang tidak diterima 8 s.d 10 Juli 2015 08.00 – 14.00 WIB Sekolah tempat verifikasi
11 Daftar Ulang 9 s.d 10 Juli 2015 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Penerima
12 Persiapan MOS 25 Juli 2015 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Penerima
13 Permulaan Tahun Pelajaran Baru 2014/2015 27 Juli 2015 Sekolah Penerima
14 MOS 27 s.d. 29 Juli 2015 Sekolah Penerima

 

Biaya Seleksi PPDB SMP Negeri di Kabupaten Gresik dibebankan pada Dana APBD Kabupaten Tahun 2015

DAFTAR ULANG

  1. Siswa yang dinyatakan diterima wajib daftar ulang sesuai waktu yang telah ditentukan.
  2. Siswa yang tidak melakukan daftar ulang sampai dengan batas waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri
  3. Sekolah tidak boleh : Memungut biaya apapun pada saat daftar ulang dan menambah pagu yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan

Info PPDB SMA/SMK Negeri

Info Penerimaan Peserta DidikBaru SMA/SMK Negeri bisa dilihat di PPDB SMA/SMKN (klik)

DOWNLOAD

Advokasi Penyusunan Kebijakan P4GN di Spendagres

DSC_0010Tepat di hari Kebangkitan Nasional, Rabu, 20 Mei 2015 bertempat di Laboratorium IPA, lantai 1 SMP Negeri 2 Gresik, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gresik) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengadakan kegiatan advokasi penyusunan kebijakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru dan karyawan/ti di lingkungan SMP Negeri 2 Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan bersih dari narkoba di lingkungan SMP Negeri 2 Gresik guna menyukseskan program 100.000 orang pecandu/pengguna narkoba untuk rehabilitasi.

DSC_0007Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMP Negeri 2 Gresik Bapak Munasich, S.Pd.I., M.M.Pd. pada pukul 09.00 WIB, dan dilanjutkan penyajian materi oleh AKBP. Agustianto, SH (Kepala BNN Kab. Gresik). Dalam hal ini dipaparkan secara jelas tugas, tujuan dari BNN serta pengenalan narkoba dan dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba.

Diharapkan masyarakat aktif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

 

DSC_0038 DSC_0040

NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA!

9316narkoba[1]

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TINGKAT SMP/MTS TAHUN 2015

UN SMP 2015

DOWNLOAD

Senangnya Jadi Guru Dambaan Siswa

guru favoritGuru adalah orang yang dipenuhi dengan ilmu pengetahuan. Ia adalah cahaya yang menerangi kehidupan manusia dan menjadi musuh kebodohan. Guru bagai nakhoda piawai yang mampu menyetir kemudi kapal dan menghantarkan semua penumpang ke pulau yang mereka dambahkan. Guru bak lilin yang menerangi lorong gelap menjadi terang benderang.
Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Di sekolah guru merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan selain unsur murid dan fasilitas lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan kesiapan guru dalam mempersiapkan siswanya melalui kegiatan belajar mengajar. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional guru dan mutu kinerjanya. Guru menjadi ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina dan mengembangkan siswa, sebagai ujung tombak, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar dan kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru. Berkualitas tidaknya proses pendidikan sangat tergantung pada kreativitas dan inovasi yang dimiliki guru. Gunawan (1996) mengemukakan bahwa Guru merupakan perencana, pelaksana sekaligus sebagai evaluator pembelajaran di kelas, maka siswa merupakan subjek yang terlibat langsung dalam proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didik. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru. Menurut Pidarta (1999) bahwa setiap guru adalah merupakan pribadi yang berkembang. Bila perkembangan ini dilayani, sudah tentu dapat lebih terarah dan mempercepat laju perkembangan itu sendiri, yang pada akhirnya memberikan kepuasan kepada guru-guru dalam bekerja di sekolah sehingga sebagai pekerja, guru harus berkemampuan yang meliputi unjuk kerja, penguasaan materi pelajaran, penguasaan profesional keguruan dan pendidikan, penguasaan cara-cara menyesuaikan diri dan berkepribadian untuk melaksanakan tugasnya. Kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah tetap memegang peranan yang penting. Peran tersebut belum dapat diganti dan diambil alih oleh apapun. Hal ini disebabkan karena masih banyak unsur-unsur manusiawi yang tidak dapat diganti oleh unsur lain. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. (Wijaya dan Rusyan, 1994). Dari uraian di atas jelas bahwa betapa beratnya tugas guru untuk mengemban amanat mengawal dan mengantarkan pendidikan para penerus bangsa ini. Oleh karena itu kehadiran guru sangat penting bagi siswa dalam proses peralihan ilmu. Peralihan ilmu apapun akan tergantung kepada banyak hal. Suasana batin dan emosional orang tua, guru, dan siswa sendiri. Orang tua seratus persen ikhlas mengantarkan anaknya memperoleh pendidikan yang terbaik sampai jenjang apapun. Seakan guru sebagai wakil orang tua seharusnya suasana kebatinannya sama ikhlas mentranfer ilmu tanpa ada perasaan bukan anak sendiri atau terpengaruh oleh emosional yang lain. Siswa pun demikian, harus dapat menerima kehadiran guru sebagai sosok yang dapat mewakili orang tua dan mengalirkan ilmunya. Tetapi tidak demikian kadang ketiganya tidak sesuai harapan. Contoh kecil saja, tidak semua siswa menyukai sosok guru tertentu dengan berbagai alasan. Alangka indahnya guru yang kehadirnya dinantikan dan ketidakhadirannya menjadi kerinduan. Kehadiran guru menjadikan semangat siswa meningkat. Keceriaan, gelak tawa, keseriusan, dan suasana kompetisi terasa. Lalu bagaimana agar guru selalu dinanti dan didambahkan oleh siswanya? Pertama, kenali diri dan keluarga siswa. Guru diharapkan mengenali diri siswa kelebihan dan kekurangnnya serta implikasi dari perilaku siswa di ruang kelas saat pembelajaran dan di luar kelas saat berinteraksi dengan masyarakat. Mengenali siswa yang paling kecil adalah mengetahui nama. Siswa akan merasa nyaman dan bangga bila namanya dipanggil. Apalagi panggilan dengan nada lembut dan tulus. Nama panggilan siswa misal nama lengkapnya Muhammad Abidin, guru memanggil ”Bidin” sesuai dengan panggilan sehari-harinya. Nama Salsabila, dipanggil ”Bila”. Siswa akan merasa nyaman dan bangga. Dengan memanggil nama secara halus, akan membuat suasana kebatinan akan lebih baik. Maka terjalin suasana kebatinan yang akan membuka hati keduanya menjadikan pembelajaran semakin muda mengalir dengan nayaman dan tulus. Sebaliknya jangan sekali-kali memanggil dengan nama yang jelek karena akan menjatuhkan mental siswa di hadapan teman-temannya. Kedua, mengahargai martabat dan pribadi siswa. Penghargaan dan pribadi peserta didik dilakukan dengan banyak cara. Memanggil nama dengan benar, memberikan pujian atas yang dilakukan baik itu benar maupun salah, menanyakan bagaimana keadaan diri dan keluarga.
Ketiga, memosisikan diri sebagai orang tua. Fungsi guru akan merasa lengkap bila dapat memosisikan diri sebagai orang tua juga di sekolah. Orang tua yang sudah memberikan kasih sayang di sekolah dengan tulus, dilanjutkan pula di sekolah oleh guru. Peran menjadi orang tua terasa tidak berlebihan karena fungsi guru tidak hanya mengajar (intraksional), mengatur (managerial), evaluasi (evalue), tetapi guru juga mendidik (edukasi). Keempat, memposisikan sebagai teman. Guru juga bisa sebagai teman. Kedudukan guru tidak hanya dibatasi oleh status karena guru tetapi akan lebih terasa familier atau rasa kekeluargaan. Posisi sebagai teman ini akan melepas dan membuka batas dan sekat dari formalitas menjadi seperti teman. Dengan demikian rahasia dan masalah pribadi dan keluhan emosional apapun dapat disampaikan (curhat) kepada guru. Kelima, berikan cinta yang tulus. Cinta adalah sikap batin yang akan melahirkan kelembutan, kesabaran, kelapangan, kreativitas, serta tawakal. Hampir semua guru berkeinginan untuk bisa mencitai siswanya. Harapannya, siswa juga dapat mencintai dirinya. Inilah fitrah sesungguhnya. Namun kenyataannya, tidak semua guru berhasil melakukan hal ini. Bahkan ada guru yang merasa tidak pernah berhsil mencintai siswanya, meski berbagai usaha dilakukan. Akhirnya, respon cinta dari para siswa yang diharapkan dan ditunggu-tunggu tak kunjung muncul juga. Niat guru untuk mendidik siswa dengan cinta kasih, tanpa harus membentak, mencubit, atau berteriak keras, tidak kesampaian. Guru sangat sering mengalami kejadian yang mengesalkan. Di saat mati-matian menata kelas supaya tenang, satu atau dua siswa merusak usasana dengan bicara sendiri, ramai dan bertengkar. Akhirnya dengan cepat kesadaran guru untuk sabar dan penuh cainta kasih hilang. Emosional tiba-tiba muncul dengan kata-kata kasar dan bernada tinggi. ”Diam..!”, ”Hentikan..!” ”Duduk..!” ”dan ada kata-kata bernada ancaman. ”Awas!” Ada dua kemungkinan yang menyebabkan kegagagalan guru untuk mewujudkan makna cintanya ke siswa, pertama, guru tidak mampu membahasakan cintanya, sehingga sinyal-sinyal cinta itu tidak tertangkap oleh siswa. Kedua, guru tidak menyiapkan hatinya dengan baik sehingga tidak sabar ingin melihat respon cinta dari siswa. Lebih parah lagi jika belum tumbuhnya cinta di dalam hati guru. Oleh karena itu guru harus selalu sabar dan menunjukkan kelembutan kepad siswa dengan ikhlas. Hal ini sesuai diajarkan dalam Al-Qur’an berikut: ”Maka berkat rahmat Alloh engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. (Q.S. Ali’Imron (3 :159). Murze cendekiawan pendidikan berpendapat bahwa guru yang dicintai seorang guru yang memiliki sifat ramah dalam berinteraksi kepada sesama, memahami orang lain, menghormati tanggung jawab, disiplin dalam sikap dan tugas-tugasnya, dan mampu berinisiatif dan onovatif. Lebih lanjut Robert Rowen hasil riset yang dilakukan, ia berendapat bahwa guru yang dicintai harus melakukan hal-hal sebagai berikut: menjadikan pengajaran sebagai sesuatu yang dirindukan, menguasai denbgan baik materi pelajaran yang menjadi spesifikasinya, mampu berbicara dengan semangat dan penuh antusiasme, mampu menyusun materi ilmiah, memotivasi dan mensupport murid-muridnya, memiliki jiwa humoris, perhatian kepada murid-muridnya, kata-katanya mampu memberikan kenyamanan dalam jiwa, bersih dan rapi dalam berpakaian.
Keenam, berikan penghargaan (reward) dan pujian. Pujian guru kepada siswa hendaknya diberikan setiap saat. Pujian (praise) didefinisikan dalam Webster’s (2000) sebagai”tindakan mengungkapkan persetujuan atau kekaguman”. Guru perlu memberi pujian untuk menumbuhkan rasa siswa tentang”harga diri, otonomi, kemadirian, prestasi dan minat untuk belajar”. Pujian sering diberikan pada akhir tugas untuk pekerjaan yang dianggap ”baik dilakukan (Hitz). Pujian adalah strategi yang bertujuan untuk mendorong para siswa untuk memantau makna dan mengoreksi diri. Pujian yang bisa mengena langsung ke siswa adalah dengan kata-kata. Seperti, ”Kamu hebat, bagus, oke, benar, pertahankan, terus semangat, dan kata lainnya”. Ketujuh, hindari hukuman (punishment), berikan penghargaa (reward). Hukuman (punishment) menurut Burrhud Frederic Skinner, terjasinya ketika suatu respons menghilangkan sesuatu yang positif dari situasi atau menambahkan sesuatu yang negatif. Dalam bahsa seheari-hari kita dapat mengatakan bahwa hukuman adalah mencegah pemberian sesuatu yang diharapkan organisme, atau memberi organisme sesuati yang tidak diinginkan. Walaupun hukuman bisa menekan sesuatu respons selama hukuman diterapkan, namun hukuman tidak akan melamahkan kebiasaan. Skinner (1971) mengatakan, Hukuman didesain untuk menghilangkan terulangnya perilaku yang ganjil, berbahaya, atau perilaku yang tidak diinginkan lainnya dengan asumsi bahwa seseorang yang dihukum akan berkurang kemungkinan mengulani perilaku yang sama. Sayangnya, persoalannya tidak sederhana itu. Pengharagaan (reward) adalah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yanag biasanya dalam bentuk materi atau ucapan. Fungsi penghargaan adalah, memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi, memberi tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih. Kedelapan, hadirkan siswa dalam do’a. Guru juga sebagai ”orang tua kedua” bagi anak. Maka, hendaklanya guru memang berusaha untuk mewujudkan harapan siswanya saat berdoa. Kehadiran siswa selalu terlintas dan menjadi bagian dari isi do’a yang disampaikan kepada Allah SWT waktu salat fardu dan salat malam (qiyamullail). Memohonlah kepada Alloh SWT agar memberikan kemudahan dan kejelasan atas ilmu yang disampaikan ke siswa. Juga semoga Allah SWT melimpahkan kebenaran di atas lisan dan hati Bapak dan Ibu guru. Serta dilancarkan ucapan sehingga siswa mudah memahami. Amin. Bila semua itu dilakukan oleh guru dengan ihklas dan profesional maka tidak mustahil para siswa mendabahkan kehadirannya. Alangkah senangnya bila guru itu keberadaannya dinantikan oleh para siswanya. Guru yang demikian menjadi idola di sekolah. Sapaan-sapaan, dan panggilan dari berbagai arah menyebut nama guru idola tersebut. Sampai para siswa sudah lulus pun terus silaturrahmi dan menjalin hubungan yang baik. Kenangan dan kebaikan guru idola selalu diingat dan menjadi memori yang tidak pernah terlupakan.

dion Written :

Mahmudiono, M.Pd. (Indonesian Teacher, mahmud72_bila@yahoo.com)