Bookmark and Share

Public Junior High School 2 Gresik

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Bilingual School More »

Spendagres

Spendagres is the best!!! More »

SMP Negeri 2 Gresik

Creative - Innovative - Competitive School More »

Welcome to smpnegeri2gresik.com

Portal Resmi SMP Negeri 2 Gresik More »

Berprestasi di Tingkat Nasional

Juara 1 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Sosial dan Juara 3 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Teknologi More »

Spendagres dan Prestasi

Prestasi Tenaga Pendidik Spendagres tahun 2013 More »

 

Cara Memilih Sekolah Setelah SMP

Kemana yaaa???Setelah menyelesaikan sekoah menengah pertama (SMP), anda bercita-cita melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu sekolah menengah. Apakah anda merasa bingung untuk menentukan sekolah menengah yang akan anda masuki ? Untuk itu anda memerlukan informasi tentang lanjutan sekolah.

 

MA-SMA-SMKA. Mengenal Jenis Sekolah Menengah
Ada dua jenis sekolah menengah yang dapat dimasuki setelah sekolah menengah pertama (SMP), yaitu Sekolah Menengah Umum (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

1. Sekolah Menengah Umum (SMA).
Sekolah menengah merupakan salah satu jenis sekolah yang dapat dimasuki setelah SMP. Sekolah menengah umum mengutamakan persiapan siswa melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

Dalam rangka mempersiapkan siswa memasuki pemdidikan tinggi, pada sekolah menengah umum (SMA) diselenggarakan program pendidikan khusus. Ada tiga program pengajaran di SMA, yaitu Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Program Bahasa.

Masing-masing program bertujuan untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu-ilmu pada program tersebut. Program Pengetahuan Alam bertujuan untuk menyiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Program Pengetahuan Sosial bertujuan untuk menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara itu, Program Bahasa bertujuan untuk menyiapkan siswa memasuki pendidikan tinggi yang berkaitan dengan ilmu bahasa.

Program khusus di SMA diselenggarakan pada Semester I Kelas XI. Dasar yang dipakai untuk penjurusan siswa adalah akademik selama 2 semester kelas X. Kecuali itu, dipertimbangkan juga minat dan bakat yang dimiliki serta atas persetujuan orang tua siswa.

2. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ).
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenis sekolah menengah yang dapat dimasuki setelah SMP. Sekolah menengah kejuruan bertujuan untuk :
a. Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.
b. Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir.
c. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah dan mengisi kebutuhan dunia usaha.

Siswa yang belajar di sekolah menengah kejuruan lebih banyak dibekali keterampilan untuk memasuki lapangan kerja.

Sekolah kejuruan mempunyai penekanan pada ilmu tertentu. Ada sekolah menengah kejuruan yang khusus mempelajari ilmu teknik, ada yang khusus memepelajari ilmu pertanian, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan kelautan, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan farmasi, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan ekonomi/akuntansi, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan komputer dan masih banyak lagi yang semuanya bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja siap pakai sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing yang dibutuhkan dunia usaha.

Contoh : Sekolah Analis Kimia, Sekolah farmasi, Sekolah Perikanan, sekolah perkapalan, Sekolah kelautan, Sekolah perawat Kesehatan (SPK), Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK), Sekolah Ekonomi/akuntasi, Sekolah Tata Boga dll.

B. Cara Mempersiapkan Diri Memasuki Sekolah Menengah

Anda tentu ingin berhasil dalam mengikuti pendidikan di sekolah menengah. Oleh karena itu, anda perlu mempersiapkan diri untuk memilih sekolah menengah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekolah menengah antara lain sebagai berikut :

  1. Menentukan tujuan setelah lulus sekolah menengah. Jika setelah lulus pendidikan anda ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi maka sebaiknya anda memilih sekolah menengah umum (SMA). Sebaliknya, jika setelah lulus pendidikan menengah anda ingin langsung bekerja, sebaiknya anda memilih sekolah menengah kejuruan.
  2. Mempersiapkan diri sedini mungkin. Persiapan yang dimaksud disini berhubungan dengan prestasi akademik. Prestasi akademik selama anda belajar di sekolah menengah pertama dapat diketahui melalui nilai hasil Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah yang tertera dalam STTB/SKHU. STTB/SKHU sangat mempengaruhi proses pemilihan sekolah lanjutan. Beberapa sekolah lanjutan menengah ada yang menggunakan standar nilai mata pelajaran tertentu sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh calon siswa. Misalnya nilai mata pelajaran Matematika minimal 7. Atau mungkin ada sekolah yang mengharuskan calon siswa memiliki nilai rata-rata UN minimal 8 atau jumlah NUM 32 dan lain-lain.
  3. Pertimbangkan bakat yang anda miliki. Bakat yang dimiliki seseorang tidak sama antara satu dengan lainnya. Ada yang berbakat pada ilmu alam, tetapi tidak berbakat pada ilmu sosial, ada yang berbakat di bidang olahraga, tetaapi tidak berbakat di kesenian, ada yang berbakat dibidang kesenian tetapi tidak berbakat pada keterampilan. Bakat yang dimiliki seseorang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar. Seseorang yang mengikuti pendidikan di sekolah menengah jika didukung dengan bakat yang dimiliki, akan lebih berhasil dibanding yang tidak didukung dengan bakat. Contoh : Eva tidak berbakat di bidan seni, tetapi berbakat di bidang Sains. Ia memilih sekolah yang tidak sesuai dengan bakatnya atas pengaruh temannya, yaitu Sekolah Seni Rupa. Akibatnya, Eva mengalami kesulitan kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Apabila ada tugas menggambar, Eva tidak dapat mengerjakan.
    Kirana mempunyai bakat dalam bidang seni. Ia memilih sekolah sesuai dengan bakat yang dimilikinya, yaitu Sekolah Seni Rupa. Kirana selalu mengerjakan tugas-tugas dengan baik, terutama berhubungan dengan seni rupa.
  4. Pertimbangkan sifat-sifat yang anda miliki. Setiap orang memilki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang sabar, teliti, suka bekerja menghadapi benda, tabah, suka bekerja menghadapi orang, mampu menciptakan alat, dan lain-lain. Sifat-sifat orang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Oleh karena itu, untuk memilih sekolah, sebaiknya seseorang juga harus mempertimbangkan sifat-sifat yang dimiliki. Contoh : Bambang tidak memiliki sifat sabar dan lebih senang bekerja menghadapi benda. Bambang memilih Sekolah Perawat Kesehatan. Pada saat praktik di rumah sakit, bambang tidak bisa menghadapi pasien dengan sabar dan selalu marah. Akibatnya nilai praktik yang diperoleh tidak baik. Hengki mempunyai sifat teliti dan lebih suka bekerja menghadapi benda. Hengki memilih Sekolah Menengah Ekonomi. Pelajaran yang diberikan di Sekolah Menengah Ekonomi banyak yang membutuhkan sifat teliti, seperti hitung dagang, akuntansi dan ekonomi. Pada saat praktek tidak mengalami kesulitan.

Oleh karena itu, agar anda tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah menengah sebaiknya dalam memilih sekolah menengah, sesuaikan dengan sifat-sifat yang anda miliki.

C. Rangkuman

  1. Sekolah Menengah Umum (SMA) adalah sekolah yang mempunyai tujuan mempersiapkan siswa    memasuki jenjang pendidikan tinggi.
  2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah menengah yang mempunyai tujuan menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja.
  3. Contoh : Sekolah Menengah Kejuruan antara lain SMK Rumpun Ekonomi/Bisnis (SMEA), Sekolah Kejuruan Rumpun Teknologi (STM), Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK), Sekolah Farmasi, Sekolah Menengah Kerawitan, Sekolah Menengah Perkebutan Atas (SPBMA), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), Sekolah Asisten Apoteker (SAA) dan Sekolah Analis Kimia.
  4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekolah menengah antara lain :
  • Tujuan setelah tamat pendidikan menengah.
  • Mempersiapkan diri sedini mungkin.
  • Mempertimbangkan bakat yang dimiliki.
  • Mempertimbangkan sifat-sifat yang dimiliki.
  • Mempertimbangkan kemampuan orang tua.

 

dion Written :
Mahmudiono, M.Pd.
(Indonesian Teacher)

Galeri Foto 2014

Outbound Activity 2014

wakasek @ outbound14Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill siswa, salah satunya melalui kegiatan outbound atau outbound games. Team work, keberanian, manajerial, kemandirian, cinta alam, kesabaran, dan lain-lainnya dapat diperoleh melalui kegiatan outbound.

Oleh karena itu, pada tanggal 12 Maret 2014, semua siswa kelas 7 mengikuti kegiatan outbound (outdoor education) yang merupakan salah satu program sekolah.

outbond14Siswa berangkat menuju kawasan Outbond “Kusuma Agrowisata” Kota Batu Malang tepat pukul 06.00 WIB. Sebelum berangkat, para siswa diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh Wakil Kepala Sekolah, Bpk. Ahmad Saifullah, S.PdFis. MM. Dalam pengarahannya, beliau mengatakan, agar siswa memanfaatkan sebaik-baiknya kegiatan outbond, mengikuti peraturan yang ada, dan dapat menjaga diri serta nama baik dari SMP Negeri 2 Gresik.

DSC_0537Canda ria, tawa, senyum menyertai keberangkatan mereka. Sesampai di lokasi outbond mereka dipandu oleh kakak-kakak pelatih atau operator dari Kusuma Agrowisata Outbond yang handsome and pretty. Sepertinya pelatihan outbound pada umunya, siswa diajak untuk berlatih  manajemen diri yang memadukan olah pikir, rasa, dan raga. Dan diadakan di alam terbuka dan dikondisikan di luar kebiasaannya. Hal ini dapat melatih para peserta didik (siswa)  untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan traits (sioutbond14fat mendasar) dari individu yang meliputi aspek trust, belief, dan komitmen serta kinerja yang diharapkan akan semakin lebih baik. Sikap dan perilaku seperti ini diharapkan pula peserta didik menyadari bahwa apa yang dilakukan itu merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kebersamaan dengan rekan-rekannya dalam team…  Keberhasilan seorang individu merupakan bagian keberhasilan dari team, sebaliknya, kegagalan yang terjadi karena kesalahan individu akan mempengaruhi pula nilai keberhasilan secara keseluruhan.

outbond14Kegiatan outbond berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, para siswa melanjutkan kegiatan lainnya, yakni berkunjung ke BNS. Dan setelah itu para siswa melanjutkan perjalanan pulang menuju ke Gresik dengan membawa pengalaman baru. Mereka sampai di kota tercinta pd pukul 22.30 WIB dengan hati penuh riang gembira. Tak ada rasa lelah bagi mereka setelah seharian penuh dengan aktivitas yang memeras tenaga dan keringat. “We are the one“. Alhamdulillah…

A Study Tour To Bali

Bali IslandStudy Wisata merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan SMP Negeri 2 Gresik setiap tahun pelajaran. Kegiatan ini diadakan untuk menambah wawasan dan pengalaman serta membiasakan siswa belajar secara langsung mengenal tempat-tempat bersejarah dengan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

KS slm pengarahan studi wisata

Kegiatan Studi Wisata ini juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dimana siswa dapat melakukan pengamatan secara langsung terhadap lingkungan sekitar, mengadakan tanya jawab dengan pihak pengelola obyek wisata serta melatih siswa belajar langsung dari sumbernya tidak bergantung dari buku ataupun keterangan guru. Selain itu Studi Wisata juga bisa melatih kemampuan bahasa siswa dengan melakukan berbagai wawancara dengan masyarakat sekitar obyek wisata maupun masyarakat mancanegara.
1. Menambah wawasan mengenai kebudayaan dan adat istiadat di Pulau Bali
2. Mengenal dan mengetahui objek pembelajaran di luar lingkungan sekolah
3. Memberikan motivasi dalam belajar setelah melihat langsung di lapangan

at Bali

Kegiatan Studi Wisata tahun pelajaran 2013/2014 dilaksanakan pada tanggal 26 Februari s.d. 1 Maret 2014 ke Pulau Bali. Adapun tujuan tempat wisata meliputi :
1. Oleh-oleh khas CAH AYU
2. Tari Barong
3. Tanjung Benoa
4. Pantai KUTA
5. Pasar Seni Sukowati
6. JOGER
7. Bedugul
8. Tanah Lot

art

Para Siswa berangkat dari Sekolah pada tanggal 26 Februari 2014 pukul 06.30 WIB. Sebelum berangkat menuju Pulau Bali, para siswa diberikan pengarahan oleh Bapak Kepala Sekolah, Drs. H. Bisri, M.Pd. Beliau berharap agar pelaksanaan Studi Wisata berjalan lancar sesuai yang diharapkan dan para siswa mendapatkan banyak manfaat setelah pulang dari kegiatan Studi Wisata ini.

Senda gurau, tawa riang gembira menyelimuti siswa dalam menempuh perjalanan, tak ada kata lelah bagi mereka, sampai akhirnya mereka tiba kembali di kota Gresik pada hari Sabtu, 1 Maret 2014 pukul 06.00 WIB

After a very long journey, through the land and the sea, they learned something about nature and human products. Although it took a lot of the energy, they felt so happy because they spent all of their time with friends. Alhamdulillah …

 

Pendidikan Karakter ala Ki Hajar Dewantara Solusi Cerdas Atasi Masalah Bangsa

Ki Hajar DewantaraFenomena yang terjadi saat ini membuat kita orang tua mengelus dada. Betapa tidak, sesuatu yang selama ini dianggap layak untuk dilakukan malah semakin ditinggalkan. Hal yang patut untuk ditiru malah dianggap tabu. Kita sangat merindukan perilaku pada anak-anak seusia sekolah. Di mana mereka bisa bertutur kata pada orang tua, kasih sayang pada sesama, berpamitan pada orang tua sebelum sekolah. Pandai bergaul dan berkumpul. Itu sebagian kecil perilaku pada diri anak-anak yang memang mulai luntur dan lentur. Justru  sebaliknya kita sering menjumpai anak-anak tidak punya etika dan susila, melanggar norma dan tata krama, pudarnya sendi-sendi kemanusiaan serta kepribadian. Orang tua yang telah melahirkannya dianggap sebagai kawan, guru yang sepatutnya digugu dan ditiru dianggap teman sepermainan, mudah emosi, sulit mengontrol diri, tidak bisa menciptakan jati diri. Apapun model dan bentuk pelangggaran yang dilakukan oleh sebagian siswa tadi memberikan pencitraan yang jelas bagi kita yaitu pudarnya keteladanan.

Berkaitan dengan keteladanan tentu saja kita tidak dapat melupakan tokoh pendidikan yang setiap tanggal 2 Mei kita peringati sebagai sosok yang banyak memberikan inspirasi dan inovasi dalam dunia pendidikan. Dialah pahlawan sekaligus tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Mengenang Ki Hajar Dewantara coba kita ingat kembali prinsip beliau “Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karsa, Tutwuri handayani”. Kita bisa mengartikan kurang lebih “Yang depan dijadikan contoh, yang tengah membangun kehendak yang belakang tinggal mengikuti”. Sangat sederhana memang tapi tidak semudah membalik telapak tangan.

Secara teoretis dan praktis tentu kita paham dengan dogma Ki Hajar Dewantara.tak salah memang jika slogan “Tutwuri Handayani” dipakai sebagai ikon Depdiknas karena stressing problem ada pada siswa. Realitas yang terjadi di masyarakat terkait dengan keteladanan bisa kita uraikan mulai dari pendidikan informal (keluarga), pendidikan formal (sekolah), pendidikan luar sekolah (masyarakat) dan wakil masyarakat (DPR/MPR) Berangkat dari paradigma Ki Hajar Dewantara mari kita tarik benang merah relevansi keteladanan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Pertama pendidikan informal (dalam keluarga), ranah ini merupakan jenjang pendidikan yang paling fundamental dan signifikan dalam membentuk keteladanan menuju National and Character Building. Sebagai orang tua harus mencerminkan figur bagi anak-anaknya. Dia harus menjadi anutan dan tuntunan. Jangan hanya menjadi aduan  dan tontonan. Barangkali sebagai contoh konkret diawali dari kelahiran anak, seorang ayah harus mampu mengadzani/memperdengarkan kalimat-kalimat toyibah, ibaratnya ayah sebagai pengisi pita suara/kaset. Ia harus mengisi pita kosong dengan  suara bagus dan benar agar kaset yang tercetak terekam kuat kelak dalam memori anaknya. Kita juga pernah mendengar teori tabularasa. Anak ibarat meja mlilin putih orang tuanya yang akan menulisi meja  Memasuki masa kanak-kanak lagi-lagi peran orang tua menempati porsi utama bagaimana ia berbahasa, bertingkah dan bertutur kata akan ditiru oleh buah hatinya. Dari sinilah pelajaran unggah-unggah mutlak diperlukan. Ironisnya orang tua justru tidak bisa dijadikan contoh tetapi hanya mampu memberi contoh. Akibatnya kontradiktif lama-kelamaan pribadi anak menjadi rapuh. (Wuryanti, 2005:312-317 dalam Yuwana) menyatakan, pada masa lampau jumlah tingkat tutur yang digunakan masyarakat Jawa sangat banyak, yaitu: tingkatan ngoko dengan variasinya, madya dengan variasinya, dan krama dengan variasinya, jika untuk kepentingan berkomunikasi secara umum. Melihat penjelasan tersebut seorang ayah harus mampu memosisikan sebagai sosok yang bertutur kata secara santun. Kalau perlu ketika berkomunikasi tidak menggunakan bahasa kasar tujuannya agar kelak tidak ditiru si anak. Lebih lanjut  Kiliaan (1919), Prijohoetomo (1937:31-35), dan Kementerian Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan 1946:86-87 dalam Yuwana) merinci tingkat tutur bahasa Jawa menjadi ngoko lugu, ngoko andhap, madya, krama, basa kasar, dan basa kedhaton. Tingkat tutur ngoko andhap dirinci lagi menjadi antyabasa dan basa antya. Tingkat tutur madya dirinci menjadi madya ngoko, madyantara, madya krama, krama ndesa, krama inggil. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan bahwa tingkat tutur bahasa Jawa memang amatlah rumit. Masing-masing jenis memiliki aturan pemakaian. Namun apabila kita terbiasa menggunakannya dalam lingkup keluarga maka paling tidak kita bisa membangun pembiasaan keteladanan berawal dari pendidikan keluarga.

Kedua pendidikan formal (sekolah), kita juga tidak dapat memungkiri bahwa jumlah jam pelajaran untuk bahasa Jawa sebagai Mulok utama hanya 2 jp di tiap-tiap sekolah sangat minim selain itu bahasa jawa dianggap bahasa pinggiran dan kampungan menyebabkan anak malas menggunakannya. Bahkan mayoritas anak zaman sekarang yang hanya pandai berbahasa Jawa namun tak pandai berbahasa Indonesia atau Inggris ia dianggap kampungan, kurang pergaulan,  dan cenderung termarginalkan. Kita bisa menghitung dengan jari berapa anak usia sekolah yang mampu menggunakan bahasa krama inggil kepada gurunya.  Apabila anak berkomunikasi pada sesama lazimnya menggunakan tingkat tutur jenis ngoko. Sedangkan untuk penghormatan, yang digunakan adalah tingkat tutur krama. Tingkat tutur ngoko bisa juga digunakan untuk penghormatan mitra tutur namun dalam kapasitas sedikit atau tidak sangat menghormat. Untuk mengenali lebih dalam berikut merupakan ciri-ciri masing-masing tingkat tutur. Untuk tipe yang biasa atau tanpa penghormatan, tingkat tutur ngoko memiliki ciri seluruh rangkaian kalimat menggunakan kosa kata ngoko. Jenis ini disebut ngoko lugu. Apabila untuk sedikit menghormat, cirinya adalah bahwa tidak seluruh rangkaian kalimat ngoko karena dicampur dengan kosa kata krama/karma inggil pada bagian kata ganti dan kata kerja yang menunjuk orang yang dihormati. Melihat penjelasan ini minimal anak menggunakan bahasa krama/krama inggil pada gurunya karena guru merupakan orang yang harus dimuliakan tetapi kenyataannya sangat jarang siswa berbahasa krama/krama inggil. Pemakaian kata ini sebagai wujud penghormatan dengan cara merendahkan kedudukan penutur dari mitra tutur. Setali tiga uang guru tak jarang juga kurang bisa dijadikan teladan apalagi siswa seusia SMP/SMU malah dianggap teman curhatnya. Guru kurang pandai menjaga jarak.  Kita bisa melihat ada siswa berani pada gurunya, oknum guru menempeleng siswanya, bahkan naudzubillah min dzaalik tsumma ada guru bertindak asusila dengan muridnya. Semua catatan tadi berakar pada keteladanan yang berakibat merosotnya harkat, derajat, dan martabat  serang guru.

Ketiga masyarakat,  kita menyadari bahwa selain sebagai makhluk pribadi kita juga sebagai makhluk sosial. Artinya suatu saat anak akan berinteraksi dengan masyarakat. Masyarakat yang mana ? Yang mana saja karena hakikatnya masyarakat adalah kumpulan orang-orang yang tinggal di suatu wilayah membentuk ekosistem, berprinsip take and give, saling toleransi dan mengisi. Ironisnya apa yang disaksikan oleh anak-anak terkadang menimbulkan kecemburuan yang tinggi dipacu faktor kesenjangan. Sebagai ilustrasi awal kita sering melihat berita via media massa dan cetak di daerah-daerah tertentu terjadi tawuran massal antara warga lokal dengan warga pendatang (perumahan). Hal ini dipicu oleh hal yang sangat sepele, yaitu keteladanan. Secara deskriptif kita kita berargumen mereka yang tinggal di perumahan elit umumnya kelas menengah ke atas. Jarang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan warga sekitar. Yang nampak hanya kompetisi dan kompetisi akibatnya kecemburuan dan tawuran. Andaikata saja mereka yang mayoritas masyarakat pendidikan kelas menengah ke atas mau serta mampu berinteraksi dengan warga sekitar tentu saja akan terbentuk masyarakat madani yang insani berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945. Di antara pendidikan karakter bangsa kita bisa melihat karakter peduli lingkungan dan peduli sosial ini yang harus kita tanamkan sejak dini pada diri anak-anak kita. Perbedaan yang membawa persatuan dan kesatuan dan tentu saja semuanya tadi bermuara dari keteladan.

Keempat wakil masyarakat (DPR/MPR), teringat lagu Iwan Fals … wakil rakyat seharusnya merakyat, wakil rakyat bukan paduan suara… Sepenggal lagu di era 1970-an sangat melegenda di benak kita. Sebagai wakil rakyat seharusnya ia mampu menjadi teladan masyarakat. Karena hakikatnya ia adalah abdi yang membawa aspirasi masyarakat untuk mencari jalan keluarnya, mencari  win-win solusion agar rakyat Indonesia semakin lama semakin baik, semakin bermartabat, dan semakin cerdas menuju masyarakat yang adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan. Namun karena  ia tidak bisa dijadikan teladan justru menjadi bahan cemoohan. Kita teringat kasus oknum wartawan membuka web porno saat rapat, kasus perselingkuhan, sampai pada malasnya anggota dewan untuk sekadar mengisi daftar hadir pada rapat-rapat paripurna. Fenomena tersebut hampir tiap hari kita saksikan. Pertanyaannya di mana hati nurani mereka, mana  janji mereka sewaktu berkampanye dulu? Lagu merdu yang mampu meninabobokkan rakyat yang malah menjadi bumerang bagi dirinya. Akibatnya jelas ia sudah tidak punya rasa malu dan ini merupakan indikasi bahwa ia sudah tidak mampu untuk dijadikan teladan bagi rakyat.

Prinsip keteladanan memang harga mati bagi anak-anak terutama anak seusia sekolah. Ia tidak mempunyai nalar yang luas untuk menerjemahkan sesuatu yang diterimanya. Yang menjadi barometer hanyalah keteladanan. Manakala anak kurang puas dengan idolanya karena secara kebetulan kurang sesuai dengan pola pikirnya, anak akan lebih mudah menjustise bahwa ia sosok yang kurang pas untuk dijadikan contoh. Jawaban dari permasalahan tersebut jelas anak akan mencari pelampiasan dengan mencari kesibukan yang tak jarang bertentangan dengan nilai-nila moral dan agama. Contoh anak-anak lebih lama dalam bermain game online, ataupun membuka situs yang kurang layak dikonsumsinya daripada harus membuka web yang bertema pendidikan. Lama-kelamaan menjadi ketagihan dan akhirnya menjadi kronis. Peran orang tua dalam mendamping dan mengajarkan keteladanan mutlak diperlukan di sini. Fakta juga membuktikan anak yang mengalami broken home, sebagian besar dipicu oleh kurangnya perhatian dan keteladanan dari orang tua.

Berdasarkan penjelasan tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa keteladan mutlak diperlukan di segala lapisan masyarakat mulai dari rakyat jelata sampai pejabat, mulai dari tingkat kanak-kanak sampai mahasiswa. Keteladanan jawaban yang tidak terbantahkan. Solusi dalam menumbuhkembangkan keteladanan di segala lapisan adalah sebagai berikut : 1) Sebagai orang tua, guru maupun tokoh masyarakat, kita harus siap dijadikan contoh jangan hanya pandai memberi contoh 2) Tanamkan perilaku  positif sejak dini pada diri anak walaupun sepele, 3) Pelajaran dan pendidikan unggah-unggah wajib diajarkan pada anak-anak kita agar mereka pandai memilah dan memilih, 4) Tanamkan kebersamaan dalam masyarakat hapus kesenjangan di segala lapisan, dan 5) Isi waktu luang dengan hal positif. Paling tidak uraian singkat di atas mampu memberikan jawaban terhadap permasalahan yang saat ini sering kita saksikan, yaitu keteladanan.

dion  Written :
Mahmudiono, M.Pd.
(Indonesian Teacher)

Spektakuler Ujian Nasional 2014

UN 2014Selama ini, ujian nasional banyak dijadikan moment yang sangat menakutkan, perlu  persiapan yang sangat luar biasa. Bahkan ibarat menghadapi sebuah pertempuran, para  siswa melakukan latihan keras dengan dengan penuh kedisiplinan agar siap dalam  menghadapinya. Sebenarnya hal itu akan membuat siswa semakin grogi dan  penuh  tekanan dalam menghadapi ujian nasional. Peran guru dan orang tua sangat mendukung  akan keberhasilan siswa dan anak didiknya. Semakin banyak hal yang perlu dipersiapkan  baik secara akademik, fisik, mental, strategis, dan teknik-teknik apa akan menjamin lulus dengan hasil memuaskan?

Bagi siswa-siswa yang tinggal beberapa minggu lagi akan menempuh ujian nasional, tak usah berkecil hati ataupu nervous, meskipun menggunakan sistem 20 paket soal. Mari kita jadikan Ujian Nasional sebagai sebuah momen spektakuler bagi kalian!!! Yaitu sebuah moment atau pesta bagi para peserta didik di akhir tahun pelajaran, layaknya sebuah momen penutupan akhir tahun (tahun baru) ataupun momen idul fitri atau momen yang lainnya. Enjoy saja yaaaaa… Keep Spirit!!! Never give up!!! Kita pasti bisa!!!

Ada beberapa Tips Menghadapi Ujian Nasional 2013 untuk para siswa cerdas yang ingin mempersiapkan diri dari sekarang agar LULUS UN 2014 :
1.    Persiapan Akademik
  • Mempelajari kisi-kisi soal UN
  • Mempelajari soal-soal UN tahun sebelumnya
  • Latihan menerjakan soal-soal berkaitan dengan kisi-kisi soal yang ada
  • Mengikuti benchmark (tryout) penguasaan materi
  • Ikut Bimbingan Belajar (baik di sekolah, lembaga bimbingan belajar, maupun secara privat)
2.    Persiapan Fisik
  • Olahraga teratur
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat
  • Istirahat atau tidur yang cukup
3.    Persiapan Mental
  • Percayalah pada kemampuan diri sendiri bahwa kita bisa
  • Biasakan mengerjakan banyak soal dalam waktu singkat
  • Tenang dalam mengerjakan soal
  • Baca soal dengan seksama
  • Berdoa kepada Allah SWT dan berusaha
4.    Persiapan Strategi
  • Strategi penguasaan materi yang akan diujikan
  • Strategi pengerjaan soal
  • Strategi manajemen waktu
  • Strategi memilih jawaban soal pilihan berganda
  • Strategi lainnya
5.    Persiapan Teknik
  • Teknik membaca & menghafal cepat
  • Teknik pengerjaan dengan benar dan singkat
  • Teknik manajemen waktu yang baik
  • Teknik pengisian lembar jawab yang tepat, aman dan benar
Selain persiapan di atas, agar kita SUKSES Menghadapi Ujian Nasional 2014, beberapa hal lainnya yang perlu dilakukan pada saat Ujian, antara lain:
  • Datang lebih awal
  • Duduk sesuai dengan nomor kursi yang disediakan
  • Letakkan alat tulis di meja, seperti (pensil 2B, penghapus, dan lainnya)
  • Tenang dan yakin dengan kemampuan diri sendiri.
  • Awali menjawab soal dengan berdoa kepada Allah SWT
  • Lihat sekilas semua soal-soal ujian terlebih dulu dengan cepat.
  • Luangkan sekitar 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata kata kunci dan kemudian jawab seluruh soal.
  • Mulai dengan menjawab pertanyaan yang mudah, kemudian dengan soal-soal yang sulit.
  • Gunakan sekitar 10% waktu ujian untuk memeriksa ulang jawaban.
  • Setelah selesai, berdoa dan serahkan kepada Allah SWT yang Maha Berkehendak. (Sumber : berbagai media edukasi)
sandi Written :
 Rahmiwati Sandi, SE
 (administration staff)

Penyerahan Bantuan Siswa Miskin (BSM) Tahun Pelajaran 2013/2014

penerimaan BSMAlhamdulillah, pada hari Senin tanggal 13 Januari 2014 pukul 10.00 WIB telah dilakukan penyerahan bantuan siswa miskin (BSM) tahun pelajaran 2013/2014. Sebanyak 91 siswa di dampingi orang tua atau wali murid untuk menerimanya.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 2 Gresik, Drs. H. Bisri, M.Pd. menyatakan sangat bersyukur karena bantuan itu sangat penting bagi masa depan anak didik, meskipun jumlah itu sebenarnya lebih sedikit dari pengajuan yang mencapai 112 siswa. Beliau juga mengharap agar para siswa yang menerima bantuan siswa miskin (DSC_0125BSM) menjadi lebih giat dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya peran serta tenaga pendidik dan kependidikan saja, melainkan peran serta orang tua dan keluarga dalam mendidik putra/putrinya.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pihak Bank Jatim Kantor Cabang Gresik selaku Lembaga Penyalur dalam hal ini diwakili oleh Ibu Selly. Bantuan Siswa Miskin diberikan dalam bentuk buku Tabunganku, yakni pemindahbukuan dari Kas Negara ke rekening siswa penerima BSM.

ProPenerimaan BSMgram BSM ini merupakan program nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan bagi siswa miskin berpatisipasi untuk bersekolah dengan membantu  siswa miskin agar memperoleh akses layanan pendidikan yang layak.

Disamping itu,  program ini bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa bukan berdasarkan prestasi (beasiswa) mempertimbangkan kondisi siswa. Sasaran program BSM adalah bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu/miskin, kepada setiap siswa yang menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau kartu BSM.penerimaan BSM

Pengajuan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dilakukan oleh sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Sebelum pengajuan dilakukan, pihak sekolah melakukan penjaringan data-data siswa yang termasuk kategori miskin dan layak untuk untuk mendapatkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Agar lebih lebih efektif dan efisien, petugas penjaringan data di sekolah dibantu oleh wali kelas, dewan guru dan pihak-pihak terkait.

Undangan Pengambilan Raport Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014

undangan penerimaan raport gasal 13-14

Pemberitahuan Kegiatan Semester Gasal dan UASG 2013/2014

EDARAN UAS001

Kegiatan Belajar Mengajar Selama PORPROV SD/MI VI se Jawa Timur

Menindaklanjuti surat Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik nomor : 005/3147/437.59/2013 tanggal 18 Oktober 2013 tentang pelaksanaan POR SD/MI VI se Jawa Timur yang diselenggarakan di Kabupaten Gresik yang pelaksanaannya dimulai tanggal 27 Oktober 2013 s.d. 2 November 2013.

Sehubungan dengan ini kami beritahukan bahwa beberapa ruang kelas SMP Negeri 2 Gresik dipakai tempat menginap para atlet kontingen dari Kabupaten Jember. Oleh karena itu kelas 7 dan 8 kami adakan giliran belajar di rumah masing-masing dengan jadwal sebagai berikut:

Senin – Selasa / 28-29 Okt ’13 : 7A, 7B, 7C, 7D, 7E belajar di rumah
Rabu – Kamis / 30-31 Okt ’13 : 7F, 7G, 8A, 8B, 8C belajar di rumah
Jum’at / 01 Nov ’13 : 8D, 8E, 8F, 8G, 7A belajar di rumah
Sabtu / 02 Nov ’13 : 8D, 8E, 8F, 8G, 7B belajar di rumah

Atas perhatiannya, kami sampaikan terima kasih.

 

Kepala SMP Negeri 2 Gresik

ttd

Drs. H. Bisri, M.Pd

NIP.19590911 198303 1010