Bookmark and Share

Public Junior High School 2 Gresik

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Bilingual School More »

Spendagres

Spendagres is the best!!! More »

SMP Negeri 2 Gresik

Creative - Innovative - Competitive School More »

Welcome to smpnegeri2gresik.com

Portal Resmi SMP Negeri 2 Gresik More »

Berprestasi di Tingkat Nasional

Juara 1 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Sosial dan Juara 3 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Teknologi More »

Spendagres dan Prestasi

Prestasi Tenaga Pendidik Spendagres tahun 2013 More »

Student Achievements

Prestasi Siswa di tahun 2014 sangat membanggakan SMP Negeri 2 Gresik More »

 

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Sekolah Adiwiyata

logo adiwiyataBismillahirrahmanirrahiim

Allah berfirman dalam Kitab Suci-Nya Al Qur’an Surat Al Qashash ayat ke-77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Dalam ayat di atas, Allah membenci umat-Nya untuk berbuat kerusakan. Ini berarti Allah mencintai keindahan. Namun demikian kesadaran bangsa kita mencintai lingkungan memprihatinkan. Bangsa kita sepertinya telah didoktrin oleh paham disposibleism, sudah tidak bisa mengelola sampah malah suka membuat sampah.

Untuk itu, SMP Negeri 2 Gresik tergerak melihat keprihatinan ini dengan melakukan Rencana Aksi Lingkungan. Rencana aksi lingkungan ini dimaksudkan dapat mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah untuk mencintai lingkungan yang implementasinya berupa pelestarian lingkungan hidup.
go green schoolTak ada gading yang tak retak. Kami sadar bahwa Rencana Aksi Lingkungan yang telah tersusun ini mungkin terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat dibutuhkan. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al Kahfi:45).

SMP Negeri 2 Gresik memiliki tanah seluas 2.900 m2, 2.500 m2 dipakai untuk bangunan sehingga tersisa hanya sekitar : 400 m2 yang masih berupa lahan kosong yang hanya dipakai untuk lapangan bermain dan taman. Namun demikian separuh lebih yang telah dimanfaatkan untuk bangunan sekolah tertata relatif baik dimana pengadaan penghijauan sekolah terawat dengan baik dan tampak di bagian taman tengah. Kesadaran warga sekolah akan peduli dan cinta terhadap lingkungan belum merata. Ini dibuktikan beberapa program sekolah, salah satunya adalah conducive environment (menciptakan lingkungan yang kondusif termasuk upaya pelestarian fungsi lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas) sebagai program unggulan SMP Negeri 2 Gresik belum dapat dukungan sepenuhnya.

Disisi lain, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sangat terbatas dan boleh dikatakan darurat. Bahkan sering terjadi konflik dalam hal pengumpulan dan pembuangan. Sekarang dengan kepedulian sekolah terhadap sampah, sekolah membangun TPA sederhana untuk pemilahan sampah organik dan anorganik sekaligus penyuluhan tentang pengolahan sampah secara sederhana. Menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar akan sampah tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena mayoritas warga sekitar sekolah belum terbiasa mengelola sampah.
Untuk mewujudkan kondisi ini, sekolah berusaha memberikan penyuluhan dan sekaligus memfasilitasi pengolahan sampah yang sementara ini masih berupa penyediaan Bank Sampah untuk warga sekolah khususnya para siswa yang tergabung dalam pelopor Adiwiyata sekolah.

Letak SMP Negeri 2 Gresik berada di dekat pelabuhan Gresik atau 150 meter dengan Polres Gresik yang masuk dalam wilayah Kelurahan Kebungson. Sekolah ini dikelilingi oleh pemukiman penduduk dari etnis berbeda. Ada Jawa, Arab, dan Madura. Kondisi sekolah sangat berdekatan bahkan berdempetan dengan tanah PJAK yang lama tidak dipergunakan. Masyarakat yang heterogen ini lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dimungkinkan banyak mengalami suatu permasalahan berkaitan dengan lingkungan sekolah. Masyarakat di daerah sekitar sekolah masyarakatnya boleh dikatakan berifikir secara individu. Hal ini dikarenakan pola pikir sudah mengarah kepada bisnis dan bisnis.

Siswa-siswa SMP Negeri 2 Gresik berasal dari SD dan MI sekitar dan hanya sebagian kecil saja dari luar kota/daerah bahkan luar pulau seperti Sulawesi dan Madura.
Kondisi ekonomi orang tua sebagian besar adalah menengah ke bawah, hanya beberapa gelintir saja dari kalangan ekonomi menegah ke atas. Ini disebabkan image para orang tua sejak awal berdirinya SMP Negeri 2 Gresik merupakan sekolah murah bahkan gratis. Dan image ini masih tertangkap hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di kota Gresik dengan jenjang akreditasi yang sama yaitu A, SMP Negeri 2 Gresik tergolong paling murah meskipun sarana prasarananya tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain.

SMP Negeri 2 Gresik menerapkan pendekatan pembelajaran yang memihak kepada siswa sebagai pembelajaran sentral. Diharapkan, pendekatan ini mampu membawa pada kondisi pembelajaran dimana siswa mengalami apa yang mereka pelajari, bukan mengetahuinya. Di samping itu, sesuai dengan KTSP (Dokumen 1 ) bahwa di SMP Negeri 2 Gresik memberikan pembelajaran lingkungan hidup yang terintegrasi dengan semua mata pelajaran sedangkan Pendidikan Lingkungan Praktis (PLP) dijadikan sebagai muatan lokal oleh SMP Negeri 2 Gresik. Pembelajaran Lingkungan Praktis lebih menekankan pada pembelajaran yang bersifat praktik. Dengan demikian, pembelajaran tidak akan berorientasi pada target penguasaan materi belaka, yang sebenarnya merupakan pembelajaran jangka pendek, tetapi gagal memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.
Untuk memberikan pendidikan yang bermakna, SMP Negeri 2 Gresik sengaja mengangkat dua nilai dari kedelapan belas nilai-nilai karakter, yaitu nilai mencintai lingkungan dan disiplin sebagai nilai karakter utama. Kedua nilai karakter itu dirancang kedalam tiga ranah atau bidang, yaitu bidang manajemen, kurikulum dan kesiswaan. Dibidang manejemen kebijakan terkait nilai kedua karakter itu dibuat sebagai payung hukum dan dan sekaligus diprogram dan dianggarkan yang tertera pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah dan di bidang kurikulum kedua nilai karakter itu diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran, baik secara monolotik maupun integratif. Sementara itu, di bidang kesiswaan kedua nilai karakter tersebut diimplementasikan melalui pengembangan diri termasuk kegiatan ekstrakurikuler.
Untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas, SMP Negeri 2 Gresik menerapkan Tiga Prinsip Pembelajaran KH Dewantoro sebagaimana di bawah ini;
1. Prinsip Tri-Ngo, yaitu ngerti, ngroso dan nglakoni. Setiap bentuk pembelajaran diupayakan menyentuk ketiga aspek itu.
2. Prinsip Teori Opor Bebek, yaitu prinsip dimana pembelajaran diupayakan dapat memunculkan sikap kemandirian sebagaimana sifat opor bebek itu sendiri yang mampu mengeluarkan minyak sendiri ketika digoreng. Jadi keberadaan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator yang dapat merangsang siswa untuk mau belajar.
3. Prinsip Belajar di Kelas Berdinding Tiga, yaitu prinsip pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kehidupan siswa di rumah atau masyarakat. Jadi, dengan prinsip ini ilmu juga penting diketahui oleh siswa tapi jauh lebih penting jika siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari harinya.

Secara umum bangunan sekolah dalam kondisi baik dan jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar sangat memadai.

A. Kekuatan dan Peluang SMP Negeri 2 Gresik

Beberapa kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Gresik dalam melakukan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan. Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah pelaksanaan Program Bilingual School dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang dijadikan Icon dalam mengkampanyekan isu lingkungan di sela-sela penampilannya. Program Bilingual School dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) dipilih sebagai icon mengkampanyekan isu lingkungan. Program ini telah menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing tinggi di tingkat SMA Negeri di Kota Gresik. Kecakapan dalam berbicara Inggris (conversation) menjadi target dari sekolah yang berada di depan makam Nyai Ageng Pinatih ibunda asuh Sunan Giri.
Begitu pula dalam bidang Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang menjadi kekuatan telah mengharumkan nama baik SMP Negeri 2 Gresik di tingkat Kabupaten maupun Nasional. Kelompok Ilmiah Remaja yang masuk dalam ekstra kurikuler dilaksanakan setiap minggu sekali. Medali Emas bukti prestasi atau menjadi kekuatan sekolah ini. Kebiasaan menggunakan password untuk masuk kelas adalah kebiasaan yang positif. Kebiasaan itulah yang mengilhami tim peneliti menulisnya menjadi karya ilmiah.
Dari kondisi lingkungan sekolah, siswa, orang tua, dan sarana prasarana yang ada di SMP Negeri 2 Gresik, sekolah ini memiliki kekuatan dan juga peluang yang cukup potensial.
Peluang pertama, SMP Negeri 2 Gresik memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup bagus untuk mengembangkan pembelajaran secara inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga output serta outcome yang dihasilkan bisa terus meningkat untuk menjadi lebih baik. SMP Negeri 2 Gresik pada tahun pelajaran 2014-2015 memiliki siswa sebanyak 734 yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. Didukung dengan adanya tenaga pendidik sebanyak 42 orang dengan 32 pendidik berkualifikasi S1 dan 10 orang pendidik berkualifikasi S2. Pendidik yang ada di SMP Negeri 2 Gresik 90% sudah ada pada tingkatan mahir untuk menggunakan IT sebagai sumber dan media dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan MGMP tingkat kabupaten maupun MGMP tingkat sekolah yang selama ini aktif diikuti para pendidik semakin memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan pendidik untuk mengembangkan proses pembelajaran. Untuk pendidik yang mengampu mata pelajaran yang diujinasionalkan juga aktif mengikuti kegiatan MGMP bermutu yang merupakan program dari pemerintah pusat melalui LPMP Jatim dengan bantuan pendanaan dari Bank Dunia. Melaui kegiatan ini pendidik tidak hanya diarahkan mampu mengembangkan pembelajaran, tetapi juga diarahkan dan didampingi untuk melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, kegiatan tersebut diantarannya adalah menulis kajian kritis, menulis artikel ilmiah dan juga melakukan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu pendidik dan juga tenaga kependidikan yang ada di SMP Negeri 2 Gresik memiliki potensi yang cukup bagus dan hal ini merupakan kekuatan yang tinggi bagi SMP Negeri 2 Gresik.
Sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran yang dimiliki SMP Negeri 2 Gresik cukup memadai, sekolah ini dilengkapi dengan 24 ruang kelas, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang laboratorium Bahasa, 1 ruang perpustakaan, ruang BK, ruang UKS, serta dilengkapi dengan koperasi dan 4 kantin sekolah.
Dukungan dan partisipasi masyarakat khususnya para wali murid yang ada di sekolah ini sangat bagus. Hal ini terbukti ada beberapa program sekolah khususnya kegiatan-kegiatan yang merupakan kebutuhan personal siswa didanai sepenuhnya oleh wali murid melalui kesepakatan dalam musyawarah wali murid dengan pihak sekolah dan dibantu pengurus komite sekolah. Program kegiatan tersebut antara lain adalah bimbingan belajar kelas IX, kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang membiasakan siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris sederhana dalam komunikasi.
Bentuk nyata sebagai upaya mengimplementasikan kecintaan terhadap lingkungan juga telah lama terprogram, misalnya kebijakan dengan menjadikan pembelajaran lingkungan sebanyak 2 jam (di SMP Negeri 2 Gresik mata pelajaran ini disebut Pendidikan Lingkungan Praktis) yang dimulai pada tahun pelajaran 2010. Desain awal Pendidikan Lingkungan Praktis dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat belajar melalui dari hal yang paling sederhana yaitu berkaitan dengan lingkungan. Untuk Kelas VII pembelajaran difokuskan pada jenis-jenis bunga. Sedang Kelas VIII fokus pada tanaman bungaTanaman Toga dan Kelas IX fokus pada seni banggol bunga Adenium dan ekorbiak. Kibijakan ini tentu saja adalah kekuatan SMP Negeri 2 Gresik dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan.
Kekuatan lain juga tampak pada kebijakan SMP Negeri 2 Gresik untuk memberikan kegiatan bersih lingkungan 1 jam pelajaran sejak tahun pelajaran yang sama ketika kebijakan mata pelajaran PLP (Pendidikan Lingkungan Praktis) diberlakukan sebagai Muatan Lokal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menamkan nilai tanggung jawab kepada siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah bahwa kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya pada petugas kebersihan sekolah melainkan tugas bersama. Kekuatan-kekuatan sebagaimana diuraikan di atas menjadi energi bagi seluruh warga SMP Negeri 2 Gresik dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan.

B. Beberapa Permasalahan Lingkungan

Gresik sebagai kota industri dengan jumlah sekitar 366 perusahaan dari skala sedang sampai besar disamping sebagai kota wali dengan dimakamkanya 2 Sunan yaitu Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim dan banyak lagi Sunan dan Para Ulama yang dimakamkan di bumi kota santri ini, membawa dampak tersendiri terhadap lingkungan sekitar. Dengan posisi itu, praktis banyak pendatang berduyun-duyun ke Gresik, mulai dari ziarah kubur sampai singgah sementara atau menetap. Pada akhir 2011 jumlah penduduk Kabupaten Gresik 1.248.177 jiwa yang terdiri dari 628.702 laki-laki dan 619.457 perempuan (menurut data dari situs resmi Pemerintah Kab. Gresik, “www.gresikkab.go.id”). Ditambah lagi letak geografis Gresik yang berada di daerah pesisir Pantai Utara.
SMP Negeri 2 Gresik berada di Kelurahan Kebungson dan posisi sekolahnya di depan atau berhadapan dengan makam Nyai Ageng Pinatih Ibunda Asuh Kanjeng SUnan Giri sehingga bila ada peziarah keadaan lalu lintas menjadi macet. Hal ini kondisi jalan dengan pagar pembatas sekolah sangat dekat dan sempit. Apalagi bila usai pelajaran, para siswa keluar halaman menuju kea jalan antri mobil angkot, jemputan, dan sekedar main di jalan membuat semakin macet. Kondisi ini juga membuat sampah berserakan, baik di area lapangan maupun di jalanan.
Kondisi ini tentu saja memicu permasalahan lingkungan yang cukup komplek seperti masalah sampah, air, energy, keanekaragaman hayati, ruang terbuka hijau, pengelolaan sumber daya air dan seterusnya. Dibawah ini akan diuraikan permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Gresik dan sekitarnya.
1. Masalah Sampah
Masalah ini merupakan masalah utama permasalahan lingkungan di SMP Negeri 2 Gresik karena kesadaran para siswa dalam memahami tentang sampah kurang begitu pula pada sebagian guru. Sampah di SMP Negeri 2 Gresik banyak di temukan di sepanjang sudut lingkungan sekolah. Di Kantin contohnya, tempat siswa membeli makanan, jajanan, dan minuman. Mereka makan di kantin dengan membuang plastik pembungkus makanan seenaknya. Sampahnya terdiri dari berbagai macam jenis sampah mulai sampah organik, anorganik dan barang beracun dan berbahaya (B3), seperti plastik kemasan minuman dan makanan, daun, sisa sayur-sayuran, buah-buahan busuk, , pempes, pembalut wanita, kaleng, botol, dan barang pecah belah lainnya, bahkan sampai serpihan bangunan rumah dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari sekian jenis sampah yang mendominasi di Tempat Pembuangan Akhir di lahan SMP Negeri 2 Gresik adalah sampah platik (tas platik, kemasan snack plastik, kemasan air mineral) dan pempes atau pembalut wanita. Sementara itu, sampah dari sekolah terdiri dari daun-daun dan platik (kemasan makanan kecil, kemasan air mineral). Jika dihitung dalam setiap 2 hari terkumpul sampah dari sekolah sebanyak 0,48m3.
Di sisi lain kesadaran siswa-siswa SMP Negeri 2 Gresik untuk membuang sampah di tempatnya masih relatif kecil. Padahal upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara menyediakan tempat sampah secara terpisah telah disediakan (ada 2 jenis tempat sampah; sampah organik dan sampah non organik. 1 unit untuk 2 kelas dan disediakan beberapa bak sampah ukuran besar untuk menampun sampah dari kelas sebelum dibuang ke TPA) disamping 4 buah komposter untuk sampah daun. Ternyata sejujurnya merubah perilaku ini tidak mudah.

2. Masalah Air
Sebagian warga sekitar menggunakan air PDAM untuk memenuhi kebutuhan hidupnya namun dalam kenyataanya air PDAM tidak seperti yang diharapkan, tidak begitu lancar. Dihadapkan pada kondisi ini, banyak warga yang menggunakan air sumur. Meskipun air sumur di sekitar SMP Negeri 2 Gresik mengandung zat kapur, akan tetapi warga tetap memanfaatkannya. Sebelum adanya PDAM, warga sekitar memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari. Sekarang sebagian besar mereka tidak lagi memanfaatkan air hujan. Jadi, air hujan dibiarkan terbuang ke laut.
Sama seperti warga sekitar, kebutuhan sekolah tentang air juga memanfaatkan air sumur, terdapat 2 sumur di lahan SMP Negeri 2 Gresik dan sampai sekarang masih tetap dimanfaatkan. Namun untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan mesin pompa air, sekolah telah menginstal air PDAM dan keduanya dimanfaatkan. Air sumur dipakai untuk keperluan wudlu dan toilet guru dan siswa disamping untuk menyirami tanaman sekolah dan air PDAM selama ini sebatas dimanfaatkan untuk menyiram taman sekolah.
Limbah air di SMP Negeri 2 Gresik selaman ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, terutama limbah air dari toilet dan kantin sekolah, yang sudah dimanfaatkan hanya limbah air wudlu Mushollah SMP Negeri 2 Gresik yang telah dimanfaatkan untuk kebutuhan taman di sekitar mushollah. Sementara air dari toilet langsung masuk ke penampung penyerapan di dalam tanah.
3. Masalah Energi
Energi utama untuk kebutuhan rumah tangga dan perkantoran di wilayah sekitar SMP Negeri 2 Gresik menggunakan energi listrik dari PLN. Demikian juga kebutuhan utama listrik di SMP Negeri 2 Gresik menggunakan menggunakan PLN. Yang menjadi masalah terkait energi adalah kesadaran untuk hemat energi. Hal ini dapat dibuktikan masih banyak lampu-lampu di rumah warga sekitar sekolah masih menggunakan lampu neon tabung atau bahkan lampu pijar. Padahal jenis model lain bebrbagai merek seperti model spiral bisa menghemat hingga 80%.
4. Masalah Keanekaragaman Hayati
Fenomena yang menunjukan bahwa masyarakat kita lebih memahami nama fungsi obat-obatan kimia dari pada obat alami (herbal) tidak diragunakan lagi. Betapa kita mengetahui merek-merek obat kimia untuk sakit batuk dari pada jahe, lebih suka minum obat kimia untuk sakit tenggorakan dari pada minum kencur dan seterusnya. Doktrin begitu mengakar hingga generasi muda pun terpengaruh. Tidak hanya itu, obat-obatan yang disediakan di Unit Kesehatan Sekokah (UKS) juga hampir seluruhnya obat-obatan kimia.
Tidak beda jauh dengan obat-obatan, masyarakat kita lebih memilih buah-buahan impor dari pada buah lokal. Betapa kita tidak merasa prihatin menyaksikan bahwa buah-buahan lokal nyaris hampir hilang di pasaran karena kalah bersaing dengan buah-buah impor.Tidak lagi ada Apel Manalagi, yang ada Apel New Zeland; tidak ada lagi pepaya lokal, yang ada Pepaya Tailand; tidak ada lagi jambu lokal, yang ada Jambu Bangkok. Bahan buah asem lokal yang rasanya sangat masam, karena itu biasanya dipakai untuk memasak, tapi buah asem impor rasanya berubah seperti kurma. Kini yang buah-buah tersisa di pasaranhanya Tela (ubi), yaitu Tela Cilembu dan Tela Pacet. Ironis memang, tapi ini fakta.
Kenyataan ini memang terasa pahit, tapi memang begitu adanya sehingga dapat dipastikan keberadaan tanaman tanaman lokal tidak banyak yang dikenal oleh generasi termasuk pelajar-pelajar kita. Tanaman-tanaman itu dianggap liar dan tidak berguna sehingga pantas ditebang dan dimusnahkan. Atau paling tidak dibiarkan, mau hidup atau mau mati.
5. Masalah Makanan dan Kantin Sekolah
Makanan dan kantin di SMP Negeri 2 Gresik selama ini masih dikategorikan sedikit bermasalah. Ini karena makanan yang dijual dan pedagang-pedangang liar yang menjajakan makanannya di sekolah pada jam-jam tertentu, biasanya pada jam pulang sekolah sulit untuk dikendalikan. Misalnya mie instan yang sampai saat ini masih tersedia di kantin sekolah dengan berbagai alasan karena makanan jenis ini digemari banyak siswa. Makanan dan minuman yang dikemas dalam kantong plastik juga menjadi alasan klasik bagi pedagang-pedagang liar karena dianggap praktis dan tidak merugikan mereka karena jika menggunakan piring atau gelas akan membawa resiko hilang.
Upaya ini berkali-kali telah dicoba, minimal mengurangi, tapi sampai detik ini kesadaran baik para penjual maupun pembeli, dalam hal ini siswa, relatif kecil. Atau mungkin pihak sekolah belum optimal melakukan upaya ini. Sebagai dampaknya, sampah-sampah sampah plastik bungkus makanan dan minuman kerap kali tercecer di lingkungan sekolah. Namun demikian jika upaya mensosialisasikan bahaya makanan dan minuman yang tidak sehat termasuk bahaya platik bagi makan terus menerus didengungkan oleh banyak pihak, tentu saja kesadaran akan bahaya ini tertambat dalam benak warga sekolah yang selanjutnya dapat mempengaruhi warga sekitar.

C. Penetapan Masalah sebagai Program Utama
Sesuai dengan kondisi, kekuatan dan peluang yang dimiliki SMP Negeri 2 Gresikyang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka sekolah menetapkan masalah-masalah lingkungan berikut ini sebagai program utama dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan SMP Negeri 2 Gresik
1. Sampah
2. Keaneragaman hayati
Selanjutnya masalah-masalah di atas dipakai sebagai Tema Program Adiwiyata SMP Negeri 2 Gresik yang diharapkan dalam jangka waktu 2 tahun masalah-masalah di atas dapat dipecahkan. Lebih dari itu, melalui masalah-masalah lingkungan yang dietepkan ini membawa dampak pembelajaran bagi warga sekolah sekaligus warga sekitar sekolah.

Oleh karenanya saran kami kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk tidak henti-hentinya memberikan dukungan baik moril maupun material dalam upaya sekolah merealisasikan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan di SMP Negeri 2 Gresik ini.

 

Guruku Pelitaku – Selamat Hari Guru

Kau bak matahari yang slalu menyinari bumi

Kau bak bulan yang tersenyum disetiap malam

Kau bak pelangi yang slalu mewarnai dunia

Kau membawa kami menuju lorong-lorong tak berujung

Dengan untaianmu kau menuntun kami

Tetaplah menjadi pelita kami, anak-anak bangsa

Cahyamu slalu ditunggu

Bukan untuk satu jiwa

Tapi untuk semua umat

“SELAMAT HARI  GURU”

Guruku Pelitaku

Bintangku Harapanku

Idul Adha 1435 H

idul adha

Dalam rangka menyambut “Idul Adha 1435 H” SMP Negeri 2 Gresik  melaksanakan penyembelihan hewan kurban 3 ekor sapi yang akan dilaksanakan pada hari Senin Tgl. 6 Oktiober 2014, daging dari hewan kurban akan dibagikan kepada yang berhak menerimanya.  Semoga amal Bapak/Ibu/Sdr yang membantu pelaksanaan kurban mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.  Aamiin ya robbal alamin …

Idul Fitri 1435 H

Mata kadang salah melihat, mulut kadang salah berucap dan hati kadang salah menduga ~ maafkan segala khilaf kami, mohon maaf lahir nan batin… Taqobballahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita diterima Allah swt. Aamiin…

Keluarga Besar SMP Negeri 2 Gresik Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435 H. Smoga bahagia dihari yg fitri ini. Aamiin…

Pengumuman Penerimaan PPDB 2014

Daftar nama siswa yang diterima di SMP Negeri 2 Gresik bisa dilihat di http://gresik.siap-ppdb.com atau datang langsung ke SMP Negeri 2 Gresik Jl. KH. Kholil No.16 Gresik pada hari Kamis, 10 Juli 2014.

Pengumuman Kelulusan Spendagres Tahun 2014

NILAI UN 2013/2014 SMP  NEGERI 2 GRESIK

Pengumuman Kelulusan Tahun Pelajaran 2013/2014


LULUS 100 PERSEN 2014

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2014

PPDB ONLINE

PENGERTIAN

  1. PPDB, kepanjangannya Penerimaan Peserta Didik Baru artinya proses seleksi administrasi dan akademis calon siswa untuk memasuki jenjang pendidikan setingkat lebih tinggi (SMPN)
  2. PPDB Online Real Time System adalah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Negeri dengan proses entri memakai sistem database, seleksi otomatis oleh komputer, hasil seleksi otomatis online internet dan short message service (SMS) setiap waktu.
  3. SST adalah singkatan dari Sistem Skoring Terpadu artinya gabungan dari beberapa nilai komponen/aspek sesuai dengan Pembobotan masing-masing
  4. Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah adalah surat keterangan yang berisi nilai yang diperoleh dari hasil ujian sekolah (Tiga Mata Pelajaran) yang selanjutnya disingkat SKHUS.
  5. Daftar Nilai Hasil Ujian Sekolah adalah nilai yang diperoleh dari hasil ujian sekolah yang selanjutnya disingkat DNHUS
  6. Ijazah adalah surat pernyataan resmi dan sah yang menyatakan bahwa seseorang peserta didik telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dan diberikan setelah dinyatakan lulus Ujian Sekolah dari Provinsi dan Ujian Sekolah lokal
  7. Sekolah Tujuan adalah sekolah yang menjadi sekolah pilihan bagi calon siswa.
  8. Seleksi adalah penyaringan calon siswa berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan.
  9. Tanpa tes adalah bebas mengikuti seleksi bagi pendaftar yang memenuhi persyaratan umum dan persyaratan administrasi serta memiliki prestasi akademik maupun non akademik tingkat nasional dan/atau tingkat provinsi sesuai ketentuan.
  10. Rasio Kelas adalah jumlah maksimum siswa dalam satu kelas sesuai dengan Pagu yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
  11. Pagu adalah jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar dalam satu kelas atau jumlah maksimal Rombel kelas paralel dalam satuan pendidikan

 

KETENTUAN UMUM

  1. Penerimaan peserta didik baru pada SMP Negeri dilakukan melalui seleksi, dengan mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan.
  2. Kesempatan untuk mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru terbuka seluas-luasnya bagi peserta didik SD atau sederajat baik negeri maupun swasta, yang memenuhi persyaratan.
  3. Melakukan pendaftaran online pada situs www.gresik.siap-ppdb.com
  4. Daya tampung calon peserta didik dari luar daerah kabupaten Gresik yang diterima, maksimal 5% dengan pembulatan ke bawah dari daya tampung sekolah.
  5. Pagu SMP Negeri per Kelas 32 siswa
  6. Pemilihan sekolah maksimal 3 (tiga) sekolah
  7. Tempat pendaftaran dan sekaligus sebagai Tempat Tes

 

SISTEM SELEKSI SMP NEGERI

1. SST (Sistem Skoring Terpadu) maksudnya gabungan yang terdiri dari 4 aspek dengan pembobotan sebagai berikut:

  • DNHUS murni (3 mapel)      45 %
  • Tes Akademis                           35 %
  • Prestasi Akademis                  10 %
  • Prestasi Non Akademis        10%

2. Non Sistem Skoring Terpadu (Tanpa Tes)

Khusus bagi siswa yang memiliki prestasi akademik/non akademik perorangan/beregu tingkat Nasional dan/atau tingkat Propinsi, sebagaimana tersebut di bawah ini memiliki hak untuk masuk di salah satu sekolah SMP Negeri di kabupaten Gresik tanpa tes dengan ketentuan yang bersangkutan harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia Rayon (Bidang Dikdas Dispendik) untuk dilakukan Verifikasi dan mendapatkan Surat Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan dengan menunjukkan :

  1. Piagam/sertifikat asli dan foto copy dan/atau
  2. SK penetapan sebagai juara

 

Adapun prestasi akademik/non akademik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Siswa yang memiliki prestasi akademik Pelajar Teladan, LKIR tingkat Nasional Juara I, II dan III atau peserta OSN tingkat Nasional.
  2. Siswa yang memiliki prestasi akademik Pelajar Teladan, LKIR tingkat Provinsi Juara I atau peserta OSN yang masuk Passing Grade tingkat Provinsi.
  3. Siswa yang memiliki prestasi non akademik (O2SN, POPNAS, Kejurnas, PON semua Cabang Olahraga dan FL2SN) diantaranya : Atletik, Catur, Bulutangkis, Tenis Meja, Renang, Senam Lantai, Tenis Lapangan, Seni Lukis, Seni Kriya, Seni Cipta Puisi, Seni Suara Solo/Duet, Seni Musik, Modeling, Seni Kaligrafi, Telling Story, Seni Baca Al-Qur’an, dll) Perorangan/Beregu tingkat Nasional Juara I, II, III
  4. Siswa yang memiliki prestasi Akademik/Non Akademik sebagaimana tersebut di atas, yang tidak menggunakan haknya sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka harus melalui seleksi Sistem Skoring Terpadu.
  5. Siswa yang memiliki prestasi Akademik/Non Akademik yang tidak termasuk pada jalur seleksi Non Tes, kepadanya diberi tambahan skor sesuai ketentuan yang berlaku.
  6. Verifikasi sertifikat/piagam prestasi dilakukan oleh Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik di Bidang Dikdas (sesuai jadwal)

 

Tabel Prestasi Akademis/Non Akademik SMP

TINGKAT PRESTASI Juara 1 Juara 2 Juara 3 Harapan I
Nasional 30,00 27,50 25,00 22,50
Propinsi 22,50 20,00 17,50 15,00
Kabupaten 15,00 12,50 10,00 -

 

PERSYARATAN MENGIKUTI SELEKSI

  1. Telah tamat dan lulus SD/MI/SDLB atau yang sederajat
  2. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada tahun pelajaran baru (lahir sesudah tanggal 14 Juli 1992).
  3. Menyerahkan Foto Copy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah tentang NISN
  4. Menyerahkan Fotokopi akte kelahiran atau kenal lahir  (jika ada)
  5. Menyerahkan pas foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar
  6. Menyerahkan SKHUS asli
  7. Menyerahkan Fotokopi ijazah/surat keterangan lulus dari sekolah
  8. Melampirkan piagam atau sertifikat prestasi akademik dan non akademik (jika ada)
  9. Mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang meliputi : Matematika, Bahasa Indonesia, IPA
  10. Menyerahkan Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan asal dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Gresik (bagi peserta dari luar Gresik).
  11. Melakukan pendaftaran online pada situs www.gresik.siap-ppdb.com
  12. Melakukan verifikasi pendaftaran pada sekolah yang menjadi tujuannya.

 

JADWAL KEGIATAN

 No Jenis Kegiatan Tanggal Jam Keterangan

1

Sosialisasi PPDB Mulai 26  Mei 2014 - Sekolah, Internet

2

Verifikasi Sertifikat/Piagam Prestasi oleh dinas 2 s.d 7 Juni 2014 08.00 – 15.00 WIB Dinas Pendidikan Kab. Gresik

3

Simulasi PPDB On Line 10 s.d 14 Juni 2014 24 jam Internet

4

Pendaftaran On Line Mandiri 23 s.d 28 Juni 2014 24 jam Internet (khusus Tgl. 18 Juni 2014 s.d Pkul 12.00 WIB)

5

Verifikasi Pendaftaran 23 s.d 28 Juni 2014 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Tujuan

6

Hasil peringkat sementara 23 s.d 1 Juli 2014 24 jam Nilai yg tampak pada situs online belum termasuk hasil TPA

7

Peserta dapat melihat tempat pelaksanaan tes 1 Juli 2014 13.00 WIB Sekolah tempat verifikasi

8

TPA (Mat, B. Ind, IPA) 2 Juli 2014 08.00 – 10.00 WIB Sekolah tempat verifikasi

9

Pengumuman Diterima 10 Juli 2014 09.00 WIB Internet

10

Pengambilan berkas bagi siswa yang tidak diterima 10 s.d 11 Juli 2014 08.00 – 14.00 WIB Sekolah tempat verifikasi

11

Daftar Ulang 10 s.d 11 Juli 2014 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Penerima

12

Persiapan MOS 12 Juli 2014 08.00 – 14.00 WIB Sekolah Penerima

13

Permulaan Tahun Pelajaran Baru 2014/2015 14 Juli 2014 - Sekolah Penerima

14

MOS 14 s.d. 16 Juli 2014 - Sekolah Penerima

 

BIAYA

Biaya Seleksi PPDB SMP Negeri di Kabupaten Gresik dibebankan pada Dana APBD Kabupaten Tahun 2014.

 

DAFTAR ULANG

  1. Siswa yang dinyatakan diterima wajib daftar ulang sesuai waktu yang telah ditentukan.
  2. Siswa yang tidak melakukan daftar ulang sampai dengan batas waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri
  3. Sekolah tidak boleh :
  4. Memungut biaya apapun pada saat daftar ulang
  5. Menambah pagu yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan

 

Keterangan:

SMP Negeri 2 Gresik mempunyai kelas Unggulan/Bilingual yang akan diseleksi setelah diterima.

 

 

 

Pelangi Pejuang Pendidikan

Mentari nan cerah desiran angin menerpa wajah
Menyibak embun pagi dengan penuh keikhlasan
Menabur benih tanpa rasa lelah
Waktu demi waktu terus berjalan
Goresan garis kau torehkan dengan tinta emas
Lafadz terindah kau ucapkan
Penuh warna dan keindahan
Dulunya dunia kami gelap dan hampa
Tak bisa apa-apa, tak tahu apa-apa
Kini, pelangi kehidupan penuh warna tlah terlihat
Bukan lagi mimpi
Terima kasih pejuang pendidikan, jasamu tiada tara
Pelita kehidupan bangsa
Hanya ucapkan dari bibir kami
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Gempitakan dan satukan selalu jiwamu
Wahai pejuang pendidikan Indonesia
Kau adalah pejuang, pahlawan tanpa lencana

sandi  Written :

 Rahmiwati Sandi, SE
 (administration staff)

Pentingnya Mengenang Kartini

KartiniHari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya. Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri. Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

Tidak kita pungkiri bila modernisasi membuat generasi muda  semakin jauh dari jiwa nasionlis. Kenbanggaan generasi muda terhadap negeri  semakin pudar. Negeri ini mulai dijauhi oleh penerus perjuangan para pahlawan. Bukankah para pahlawan berjuang negan  pengorbanan jiwa dan raga untuk mewariskan kemerdekaan ini untuk generasi muda? Bukti  bahwa generasi muda mulai terdegradasi rasa nasionalisnya adalah bahwa  mereka banyak tidak hafal lagu-lagu nasioanal tetapi dengan lalu pop dan sejenisnya sangat hafal. Tidak itu saja bila ditanya tentang pahlawan mereka tidak tahu.  “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan”. Seharusnya kita  sekarang dan sampai kapanpun menghargai mereka yang teleh mengorbankan jiwa dan raganya. Oleh karena itu di momentum peringatan  nasional kita tidak sekedar memperingati tetapi berupaya untuk menggugga dan memotivasi siswa dan generasi muda.  Untuk itu seharusnya di sekolah-sekolah dimeriakan peringatan hari Kartini dengan mode atau busana yang digunakan oleh para siswa dan bapak dan ibu.  Guru. Dengan cara inilah salah satu kita menghargai para pahlawan dan menanamkan kecintaan kepada Indonesia. Selamat hari Kartini semoga lahir jiwa-jiwa Kartini yang selalu mengharumkan bangsa di  ajang nasional maupun internasional. Semoga negeri ini selalu terang degan semangat semangatmu Kartini.

dion Written :
Mahmudiono, M.Pd.
(Indonesian Teacher)