Bookmark and Share

Public Junior High School 2 Gresik

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Bilingual School More »

Spendagres

Spendagres is the best!!! More »

SMP Negeri 2 Gresik

Creative - Innovative - Competitive School More »

Welcome to smpnegeri2gresik.com

Portal Resmi SMP Negeri 2 Gresik More »

Berprestasi di Tingkat Nasional

Juara 1 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Sosial dan Juara 3 LPIR SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 di Bidang Teknologi More »

Spendagres dan Prestasi

Prestasi Tenaga Pendidik Spendagres tahun 2013 More »

Student Achievements

Prestasi Siswa di tahun 2014 sangat membanggakan SMP Negeri 2 Gresik More »

 

Category Archives: Adiwiyata

Gerakan Zero Waste

Gerakan Zero Waste ini diselenggarakan oleh Warga SMP Negeri 2 Gresik berkenaan dengan peringatan hari pedulis sampah nasional yang jatuh pada tanggal 23 Februari . Kegiatan ini dilakukan dengan cara menghimbau siswa untuk tidak membuang sampah di  bak-bak sampah kelas dan di  sekolah tetapi sampah yang setiap hari dihasilkan itu dibawa. pulang dan dibuang di tempat sampah yang ada di lingkungannya. Gerakan ini dibantu dengan pembuatan tas pintas yang diberi nama Tas Pintar “ SMART BAG” tas yang didesain untuk mengatasi masalah sampah yang ada di sekolah. Sampah ini terbuat dari bahan seperti tas pada umumnya hanya memang didesain dengan ada tempat sampah organik dan sampah anorganik yang diletakkan pada sisi kanan dan kiri badan tas.  Tas Pintar ini bermanfaat untuk menyimpan sampah hasil konsumsi siswa yang bersifat sementara. Sampah yang tersimpan sementara di tas ini akan dibuang di luar lingkungan sekolah apabila ditemukan tempat pembuangan sampah yang tepat. Kegiatan ini dilakasanalan selama satu minggu. Luar biasa berkat kerjasama semua pihak warga sekolah gerakan ini dengan tas cerdanys berhasil mengurangi sampah organik dan anorganik sebanyak   109 kg/ hari atau  654 Kg/minggu sama dengan 2.616 Kg/bulan hanya dengan gerakan menyimpan sampah yang biasanya dibuang di bak sampah kelas menjadi disimpan di tas dan dibuang bak sampah di luar sekolah. Sukses SMP Negeri 2 Gresik semoga karakter Adiwiyata selalu melekat di setiap jiwa semua warga Spendagres. Amiin.

By Dion.

 

APLIKASI NYATA PEMBELAJARAN LH

Kegiatan Lingkungan Hidup (LH) sudah menjadi kebiasaan para siswa di SMP Negeri 2 Gresik. Kegiatan LH sudah terintegrasi dalam pembelajaran beberapa tahun yang lalu. Meskipun demikian hal ini bukan semata-mata karena tuntutan kurikulum saja tetapi yang paling penting adalah menanamkan rasa bisa menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Mungkin tidak terlalu berlebihan bila SMP Negeri 2 Gresik ini sudah terlebih dulu beradiwiyata dalam wujud nyata walau status adiwiyata itu belum disandang. Apa artinya menyadang predikat adiwiyata smpai mandiri bila akhirnya berantakan dan tidak membekas. Tujuan yang luhur  program adiwiyata sarat dengan kebersihan sesuai ajaran agama Islam “Kebersihan dalah bagian dari iman”  maka tidaklah asing bila ajaran itu kita terapkan dalam setiap interaksi sosial di sekolah dan di masyarakat.

Banyak kegiatan yang berbasis lingkungan dilakukan oleh SMP Negeri 2 Gresik. Dukungan Bapak Kepala SMP Negeri 2 Gresik dalam kebersihan sangat nyata. Beliau langsung memberi reward berupa uang yang cukup banyak bila kelas bersih. Sehingga panitia atau koordinator adiwiyata mengadakan program lomba kebersihan periodik tiga bulanan. Dalam rentang tiga bulan itulah warga kelas dengan dibimbing dan didampingi oleh wali kelas bersama-sama membuat kreativitas masing-masing agar kelasnya memperoleh predikat terbersih. Lomba inipun sudah berjalan beberapa bulan hampir setahun. Dampak dari lomba ber-reward adalah kelas yang bersih, rapi, indah, dan menyenangkan.  Bila demikian tidak mustahil prestasi demi prestasi akan diraih. 

Kegiatan LH dapat dukungan dari banyak pihak. Mulai kepala sekolah yang mendukung penuh kegiatan LH sampai karyawan. Para siswa pun sangat antusias bila diajak untuk kegiatan Lingkungan. Melalui KCL (Kelompok Cinta Lingkungan) yang di bawah koordinasi pengurus OSIS SMP Ne geri 2 Gresik melakugan banyak kegiatan LH, Mulai bersih-bersih sampah, membuat komposing, membuat biopori, dan penanaman pohon dan bunga di taman sekolah.  Ada yang di pot dan ditanam langsung di lahan yang kosong.

 

Komitmen kebersihan sudah tertuang dalam visi dan misi SMP Negeri 2 Gresik yaitu: Unggul dalam prestasi yang dilandasi IMTAQ dan berwawasan global, peduli lingkungan serta bebas narkoba. Sedangkan misinya adalah  MENJAGA  PELESTARIAN LINGKUNGAN, MENCEGAH TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN,   DAN MENCEGAH  TERJADINYA  KERUSAKAN LINGKUNGAN dan seterunya. Semoga komitmen selalu menjaga kebersihan diwarisi oleh  generasi muda. Amiin. By dion

Gerakan Makan Makanan Tradisional

sambutan kepsekBahan kimia dalam makanan diantaranya adalah pewarna makanan, pemanis buatan, pengawet makanan dan penyedap rasa. Bahan kimia untuk makanan yang sesuai penggunaannya pada makanan apabila digunakan sesuai aturan bukan merupakan ancaman bagi tubuh kita. Akan tetapi banyak bahan kimia yang tidak diperuntukan untuk makan digunakan dalam makanan, sehingga dapat membahayakan bagi yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bahan kimia dalam makanan.

Dalam rangka memperkenalkan jenis dan pentingnya makanan sehat bagi tubuh kita, maka Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Gresik pada hari Jum’at, 11 Maret 2016 mengadakan kegiatan Gerakan Makan Makanan Tradisional Bebas Bahan Kimia. Setiapsiswa maem siswa membawa bekal makanan tradisional.

Kegiatan dimulai dengan do’a bersama dan istighosah serta penjelasan tentang pentinga makan makanan tradisional oleh bapak Kepala Sekolah dan Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Gresik.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan makan makanan tradisional secara bersama-sama. Siswa saling tukar makanan yang dibawa dari rumah. Kegiatan berlangsung secara meriah dan tertib.

maem oye Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan menjadi tubuh sehat dan otak cerdas. Aamiin…

Kegiatan Triwulan Penilaian Kebersihan Kelas

Kepsek dan Penghargaan Kebersihan KelasSekolah Adiwiyata, itulah gelar yang disandang oleh SMP Negeri 2 Gresik atau biasa disebut dengan nama Spendagres. Untuk mendukung supaya SMP Negeri 2 Gresik menjadi Sekolah Adiwiyata di tingkat Provinsi, maka setiap 3 (tiga) bulan sekali diadakan penilaian terhadap kebersihan kelas. Biasanya pada kegiatan upacara Bendera pada hari Senin akan diumunkan kelas terbersih dan kelas yang paling kotor. Kelas terbersih akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan dari pihak sekolah, sedangkan kelas yang terkotor akan mendapatkan pembinaan khusus oleh Tim Adiwiyata tentang apa yang seharusnya dilakukan.

DSC_0996Adapun Kriteria Penilaian Kelas Triwulan :

Bersih lantai dalam dan luar serta kaca, bersih meja dari sampah dan coretan-coretan, bak sampah di luar tidak meluber/bersih, keterlibatan semua warga kelas termasuk wali kelas, merasa memiliki kelas terbukti dengan adanya kegiatan kerja bakti membersihkan kelas, penghematan energ listrik, administrasi kelas (absen siswa, jurnal kelas, papan absen, daftar piket, visi dan misi, kalender, tata tertib, piagam penghargaan), hiasan kelas (pahlawan, pemandangan, pesan narkoba, pesan lingkungan, motivasi belajar, mading), alat kebersihan (sapu, cikrak, sulak, tempat sampah, keset, tempat botol/gelas plastik), penghematan energi (matikan AC, kipas, lampu)

 

Penyerahan Piagam Adiwiyata Kab. Gresik Tahun 2015

ADIWIYATA 2015

Alhamdulillah. Pada tanggal 23 September 2015 SMP Negeri 2 menerima Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Gresik Tahun 2015. Piagam penghargaan diserahkan oleh Badan Lingkungan Hidup yang diwakili oleh Bp Zauji. Piagam Penghargaan tertulis tanggal 10 Pebruari 2015. Mari kita dukung dan sukseskan SMP Negeri 2 Gresik menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. Aamiin…

Pembinaan dari Tim Adiwiyata Kab. Gresik

Untuk menuju sekolah Adiwiyata, beberapa waktu yang lalu Tim Adiwiyata dikunjungi oleh Tim Adiwiyata Kabupaten Gresik bersama dengan Sekolah Pembina (SMP Manbaul Ulum Gresik)

DSC04837

DSC04839

DSC04851

DSC04842

DSC04847

SMP Negeri 2 Gresik Menuju Sekolah Adiwiyata

logo adiwiyataBismillahirrahmanirrahiim

Allah berfirman dalam Kitab Suci-Nya Al Qur’an Surat Al Qashash ayat ke-77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Dalam ayat di atas, Allah membenci umat-Nya untuk berbuat kerusakan. Ini berarti Allah mencintai keindahan. Namun demikian kesadaran bangsa kita mencintai lingkungan memprihatinkan. Bangsa kita sepertinya telah didoktrin oleh paham disposibleism, sudah tidak bisa mengelola sampah malah suka membuat sampah.

Untuk itu, SMP Negeri 2 Gresik tergerak melihat keprihatinan ini dengan melakukan Rencana Aksi Lingkungan. Rencana aksi lingkungan ini dimaksudkan dapat mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah untuk mencintai lingkungan yang implementasinya berupa pelestarian lingkungan hidup.
go green schoolTak ada gading yang tak retak. Kami sadar bahwa Rencana Aksi Lingkungan yang telah tersusun ini mungkin terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat dibutuhkan. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al Kahfi:45).

SMP Negeri 2 Gresik memiliki tanah seluas 2.900 m2, 2.500 m2 dipakai untuk bangunan sehingga tersisa hanya sekitar : 400 m2 yang masih berupa lahan kosong yang hanya dipakai untuk lapangan bermain dan taman. Namun demikian separuh lebih yang telah dimanfaatkan untuk bangunan sekolah tertata relatif baik dimana pengadaan penghijauan sekolah terawat dengan baik dan tampak di bagian taman tengah. Kesadaran warga sekolah akan peduli dan cinta terhadap lingkungan belum merata. Ini dibuktikan beberapa program sekolah, salah satunya adalah conducive environment (menciptakan lingkungan yang kondusif termasuk upaya pelestarian fungsi lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas) sebagai program unggulan SMP Negeri 2 Gresik belum dapat dukungan sepenuhnya.

Disisi lain, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sangat terbatas dan boleh dikatakan darurat. Bahkan sering terjadi konflik dalam hal pengumpulan dan pembuangan. Sekarang dengan kepedulian sekolah terhadap sampah, sekolah membangun TPA sederhana untuk pemilahan sampah organik dan anorganik sekaligus penyuluhan tentang pengolahan sampah secara sederhana. Menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar akan sampah tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena mayoritas warga sekitar sekolah belum terbiasa mengelola sampah.
Untuk mewujudkan kondisi ini, sekolah berusaha memberikan penyuluhan dan sekaligus memfasilitasi pengolahan sampah yang sementara ini masih berupa penyediaan Bank Sampah untuk warga sekolah khususnya para siswa yang tergabung dalam pelopor Adiwiyata sekolah.

Letak SMP Negeri 2 Gresik berada di dekat pelabuhan Gresik atau 150 meter dengan Polres Gresik yang masuk dalam wilayah Kelurahan Kebungson. Sekolah ini dikelilingi oleh pemukiman penduduk dari etnis berbeda. Ada Jawa, Arab, dan Madura. Kondisi sekolah sangat berdekatan bahkan berdempetan dengan tanah PJAK yang lama tidak dipergunakan. Masyarakat yang heterogen ini lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dimungkinkan banyak mengalami suatu permasalahan berkaitan dengan lingkungan sekolah. Masyarakat di daerah sekitar sekolah masyarakatnya boleh dikatakan berifikir secara individu. Hal ini dikarenakan pola pikir sudah mengarah kepada bisnis dan bisnis.

Siswa-siswa SMP Negeri 2 Gresik berasal dari SD dan MI sekitar dan hanya sebagian kecil saja dari luar kota/daerah bahkan luar pulau seperti Sulawesi dan Madura.
Kondisi ekonomi orang tua sebagian besar adalah menengah ke bawah, hanya beberapa gelintir saja dari kalangan ekonomi menegah ke atas. Ini disebabkan image para orang tua sejak awal berdirinya SMP Negeri 2 Gresik merupakan sekolah murah bahkan gratis. Dan image ini masih tertangkap hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di kota Gresik dengan jenjang akreditasi yang sama yaitu A, SMP Negeri 2 Gresik tergolong paling murah meskipun sarana prasarananya tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain.

SMP Negeri 2 Gresik menerapkan pendekatan pembelajaran yang memihak kepada siswa sebagai pembelajaran sentral. Diharapkan, pendekatan ini mampu membawa pada kondisi pembelajaran dimana siswa mengalami apa yang mereka pelajari, bukan mengetahuinya. Di samping itu, sesuai dengan KTSP (Dokumen 1 ) bahwa di SMP Negeri 2 Gresik memberikan pembelajaran lingkungan hidup yang terintegrasi dengan semua mata pelajaran sedangkan Pendidikan Lingkungan Praktis (PLP) dijadikan sebagai muatan lokal oleh SMP Negeri 2 Gresik. Pembelajaran Lingkungan Praktis lebih menekankan pada pembelajaran yang bersifat praktik. Dengan demikian, pembelajaran tidak akan berorientasi pada target penguasaan materi belaka, yang sebenarnya merupakan pembelajaran jangka pendek, tetapi gagal memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.
Untuk memberikan pendidikan yang bermakna, SMP Negeri 2 Gresik sengaja mengangkat dua nilai dari kedelapan belas nilai-nilai karakter, yaitu nilai mencintai lingkungan dan disiplin sebagai nilai karakter utama. Kedua nilai karakter itu dirancang kedalam tiga ranah atau bidang, yaitu bidang manajemen, kurikulum dan kesiswaan. Dibidang manejemen kebijakan terkait nilai kedua karakter itu dibuat sebagai payung hukum dan dan sekaligus diprogram dan dianggarkan yang tertera pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah dan di bidang kurikulum kedua nilai karakter itu diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran, baik secara monolotik maupun integratif. Sementara itu, di bidang kesiswaan kedua nilai karakter tersebut diimplementasikan melalui pengembangan diri termasuk kegiatan ekstrakurikuler.
Untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas, SMP Negeri 2 Gresik menerapkan Tiga Prinsip Pembelajaran KH Dewantoro sebagaimana di bawah ini;
1. Prinsip Tri-Ngo, yaitu ngerti, ngroso dan nglakoni. Setiap bentuk pembelajaran diupayakan menyentuk ketiga aspek itu.
2. Prinsip Teori Opor Bebek, yaitu prinsip dimana pembelajaran diupayakan dapat memunculkan sikap kemandirian sebagaimana sifat opor bebek itu sendiri yang mampu mengeluarkan minyak sendiri ketika digoreng. Jadi keberadaan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator yang dapat merangsang siswa untuk mau belajar.
3. Prinsip Belajar di Kelas Berdinding Tiga, yaitu prinsip pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kehidupan siswa di rumah atau masyarakat. Jadi, dengan prinsip ini ilmu juga penting diketahui oleh siswa tapi jauh lebih penting jika siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari harinya.

Secara umum bangunan sekolah dalam kondisi baik dan jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar sangat memadai.

A. Kekuatan dan Peluang SMP Negeri 2 Gresik

Beberapa kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Gresik dalam melakukan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan. Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah pelaksanaan Program Bilingual School dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang dijadikan Icon dalam mengkampanyekan isu lingkungan di sela-sela penampilannya. Program Bilingual School dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) dipilih sebagai icon mengkampanyekan isu lingkungan. Program ini telah menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing tinggi di tingkat SMA Negeri di Kota Gresik. Kecakapan dalam berbicara Inggris (conversation) menjadi target dari sekolah yang berada di depan makam Nyai Ageng Pinatih ibunda asuh Sunan Giri.
Begitu pula dalam bidang Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang menjadi kekuatan telah mengharumkan nama baik SMP Negeri 2 Gresik di tingkat Kabupaten maupun Nasional. Kelompok Ilmiah Remaja yang masuk dalam ekstra kurikuler dilaksanakan setiap minggu sekali. Medali Emas bukti prestasi atau menjadi kekuatan sekolah ini. Kebiasaan menggunakan password untuk masuk kelas adalah kebiasaan yang positif. Kebiasaan itulah yang mengilhami tim peneliti menulisnya menjadi karya ilmiah.
Dari kondisi lingkungan sekolah, siswa, orang tua, dan sarana prasarana yang ada di SMP Negeri 2 Gresik, sekolah ini memiliki kekuatan dan juga peluang yang cukup potensial.
Peluang pertama, SMP Negeri 2 Gresik memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup bagus untuk mengembangkan pembelajaran secara inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga output serta outcome yang dihasilkan bisa terus meningkat untuk menjadi lebih baik. SMP Negeri 2 Gresik pada tahun pelajaran 2014-2015 memiliki siswa sebanyak 734 yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. Didukung dengan adanya tenaga pendidik sebanyak 42 orang dengan 32 pendidik berkualifikasi S1 dan 10 orang pendidik berkualifikasi S2. Pendidik yang ada di SMP Negeri 2 Gresik 90% sudah ada pada tingkatan mahir untuk menggunakan IT sebagai sumber dan media dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan MGMP tingkat kabupaten maupun MGMP tingkat sekolah yang selama ini aktif diikuti para pendidik semakin memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan pendidik untuk mengembangkan proses pembelajaran. Untuk pendidik yang mengampu mata pelajaran yang diujinasionalkan juga aktif mengikuti kegiatan MGMP bermutu yang merupakan program dari pemerintah pusat melalui LPMP Jatim dengan bantuan pendanaan dari Bank Dunia. Melaui kegiatan ini pendidik tidak hanya diarahkan mampu mengembangkan pembelajaran, tetapi juga diarahkan dan didampingi untuk melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, kegiatan tersebut diantarannya adalah menulis kajian kritis, menulis artikel ilmiah dan juga melakukan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu pendidik dan juga tenaga kependidikan yang ada di SMP Negeri 2 Gresik memiliki potensi yang cukup bagus dan hal ini merupakan kekuatan yang tinggi bagi SMP Negeri 2 Gresik.
Sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran yang dimiliki SMP Negeri 2 Gresik cukup memadai, sekolah ini dilengkapi dengan 24 ruang kelas, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang laboratorium Bahasa, 1 ruang perpustakaan, ruang BK, ruang UKS, serta dilengkapi dengan koperasi dan 4 kantin sekolah.
Dukungan dan partisipasi masyarakat khususnya para wali murid yang ada di sekolah ini sangat bagus. Hal ini terbukti ada beberapa program sekolah khususnya kegiatan-kegiatan yang merupakan kebutuhan personal siswa didanai sepenuhnya oleh wali murid melalui kesepakatan dalam musyawarah wali murid dengan pihak sekolah dan dibantu pengurus komite sekolah. Program kegiatan tersebut antara lain adalah bimbingan belajar kelas IX, kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang membiasakan siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris sederhana dalam komunikasi.
Bentuk nyata sebagai upaya mengimplementasikan kecintaan terhadap lingkungan juga telah lama terprogram, misalnya kebijakan dengan menjadikan pembelajaran lingkungan sebanyak 2 jam (di SMP Negeri 2 Gresik mata pelajaran ini disebut Pendidikan Lingkungan Praktis) yang dimulai pada tahun pelajaran 2010. Desain awal Pendidikan Lingkungan Praktis dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat belajar melalui dari hal yang paling sederhana yaitu berkaitan dengan lingkungan. Untuk Kelas VII pembelajaran difokuskan pada jenis-jenis bunga. Sedang Kelas VIII fokus pada tanaman bungaTanaman Toga dan Kelas IX fokus pada seni banggol bunga Adenium dan ekorbiak. Kibijakan ini tentu saja adalah kekuatan SMP Negeri 2 Gresik dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan.
Kekuatan lain juga tampak pada kebijakan SMP Negeri 2 Gresik untuk memberikan kegiatan bersih lingkungan 1 jam pelajaran sejak tahun pelajaran yang sama ketika kebijakan mata pelajaran PLP (Pendidikan Lingkungan Praktis) diberlakukan sebagai Muatan Lokal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menamkan nilai tanggung jawab kepada siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah bahwa kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya pada petugas kebersihan sekolah melainkan tugas bersama. Kekuatan-kekuatan sebagaimana diuraikan di atas menjadi energi bagi seluruh warga SMP Negeri 2 Gresik dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan.

B. Beberapa Permasalahan Lingkungan

Gresik sebagai kota industri dengan jumlah sekitar 366 perusahaan dari skala sedang sampai besar disamping sebagai kota wali dengan dimakamkanya 2 Sunan yaitu Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim dan banyak lagi Sunan dan Para Ulama yang dimakamkan di bumi kota santri ini, membawa dampak tersendiri terhadap lingkungan sekitar. Dengan posisi itu, praktis banyak pendatang berduyun-duyun ke Gresik, mulai dari ziarah kubur sampai singgah sementara atau menetap. Pada akhir 2011 jumlah penduduk Kabupaten Gresik 1.248.177 jiwa yang terdiri dari 628.702 laki-laki dan 619.457 perempuan (menurut data dari situs resmi Pemerintah Kab. Gresik, “www.gresikkab.go.id”). Ditambah lagi letak geografis Gresik yang berada di daerah pesisir Pantai Utara.
SMP Negeri 2 Gresik berada di Kelurahan Kebungson dan posisi sekolahnya di depan atau berhadapan dengan makam Nyai Ageng Pinatih Ibunda Asuh Kanjeng SUnan Giri sehingga bila ada peziarah keadaan lalu lintas menjadi macet. Hal ini kondisi jalan dengan pagar pembatas sekolah sangat dekat dan sempit. Apalagi bila usai pelajaran, para siswa keluar halaman menuju kea jalan antri mobil angkot, jemputan, dan sekedar main di jalan membuat semakin macet. Kondisi ini juga membuat sampah berserakan, baik di area lapangan maupun di jalanan.
Kondisi ini tentu saja memicu permasalahan lingkungan yang cukup komplek seperti masalah sampah, air, energy, keanekaragaman hayati, ruang terbuka hijau, pengelolaan sumber daya air dan seterusnya. Dibawah ini akan diuraikan permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Gresik dan sekitarnya.
1. Masalah Sampah
Masalah ini merupakan masalah utama permasalahan lingkungan di SMP Negeri 2 Gresik karena kesadaran para siswa dalam memahami tentang sampah kurang begitu pula pada sebagian guru. Sampah di SMP Negeri 2 Gresik banyak di temukan di sepanjang sudut lingkungan sekolah. Di Kantin contohnya, tempat siswa membeli makanan, jajanan, dan minuman. Mereka makan di kantin dengan membuang plastik pembungkus makanan seenaknya. Sampahnya terdiri dari berbagai macam jenis sampah mulai sampah organik, anorganik dan barang beracun dan berbahaya (B3), seperti plastik kemasan minuman dan makanan, daun, sisa sayur-sayuran, buah-buahan busuk, , pempes, pembalut wanita, kaleng, botol, dan barang pecah belah lainnya, bahkan sampai serpihan bangunan rumah dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari sekian jenis sampah yang mendominasi di Tempat Pembuangan Akhir di lahan SMP Negeri 2 Gresik adalah sampah platik (tas platik, kemasan snack plastik, kemasan air mineral) dan pempes atau pembalut wanita. Sementara itu, sampah dari sekolah terdiri dari daun-daun dan platik (kemasan makanan kecil, kemasan air mineral). Jika dihitung dalam setiap 2 hari terkumpul sampah dari sekolah sebanyak 0,48m3.
Di sisi lain kesadaran siswa-siswa SMP Negeri 2 Gresik untuk membuang sampah di tempatnya masih relatif kecil. Padahal upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara menyediakan tempat sampah secara terpisah telah disediakan (ada 2 jenis tempat sampah; sampah organik dan sampah non organik. 1 unit untuk 2 kelas dan disediakan beberapa bak sampah ukuran besar untuk menampun sampah dari kelas sebelum dibuang ke TPA) disamping 4 buah komposter untuk sampah daun. Ternyata sejujurnya merubah perilaku ini tidak mudah.

2. Masalah Air
Sebagian warga sekitar menggunakan air PDAM untuk memenuhi kebutuhan hidupnya namun dalam kenyataanya air PDAM tidak seperti yang diharapkan, tidak begitu lancar. Dihadapkan pada kondisi ini, banyak warga yang menggunakan air sumur. Meskipun air sumur di sekitar SMP Negeri 2 Gresik mengandung zat kapur, akan tetapi warga tetap memanfaatkannya. Sebelum adanya PDAM, warga sekitar memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari. Sekarang sebagian besar mereka tidak lagi memanfaatkan air hujan. Jadi, air hujan dibiarkan terbuang ke laut.
Sama seperti warga sekitar, kebutuhan sekolah tentang air juga memanfaatkan air sumur, terdapat 2 sumur di lahan SMP Negeri 2 Gresik dan sampai sekarang masih tetap dimanfaatkan. Namun untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan mesin pompa air, sekolah telah menginstal air PDAM dan keduanya dimanfaatkan. Air sumur dipakai untuk keperluan wudlu dan toilet guru dan siswa disamping untuk menyirami tanaman sekolah dan air PDAM selama ini sebatas dimanfaatkan untuk menyiram taman sekolah.
Limbah air di SMP Negeri 2 Gresik selaman ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, terutama limbah air dari toilet dan kantin sekolah, yang sudah dimanfaatkan hanya limbah air wudlu Mushollah SMP Negeri 2 Gresik yang telah dimanfaatkan untuk kebutuhan taman di sekitar mushollah. Sementara air dari toilet langsung masuk ke penampung penyerapan di dalam tanah.
3. Masalah Energi
Energi utama untuk kebutuhan rumah tangga dan perkantoran di wilayah sekitar SMP Negeri 2 Gresik menggunakan energi listrik dari PLN. Demikian juga kebutuhan utama listrik di SMP Negeri 2 Gresik menggunakan menggunakan PLN. Yang menjadi masalah terkait energi adalah kesadaran untuk hemat energi. Hal ini dapat dibuktikan masih banyak lampu-lampu di rumah warga sekitar sekolah masih menggunakan lampu neon tabung atau bahkan lampu pijar. Padahal jenis model lain bebrbagai merek seperti model spiral bisa menghemat hingga 80%.
4. Masalah Keanekaragaman Hayati
Fenomena yang menunjukan bahwa masyarakat kita lebih memahami nama fungsi obat-obatan kimia dari pada obat alami (herbal) tidak diragunakan lagi. Betapa kita mengetahui merek-merek obat kimia untuk sakit batuk dari pada jahe, lebih suka minum obat kimia untuk sakit tenggorakan dari pada minum kencur dan seterusnya. Doktrin begitu mengakar hingga generasi muda pun terpengaruh. Tidak hanya itu, obat-obatan yang disediakan di Unit Kesehatan Sekokah (UKS) juga hampir seluruhnya obat-obatan kimia.
Tidak beda jauh dengan obat-obatan, masyarakat kita lebih memilih buah-buahan impor dari pada buah lokal. Betapa kita tidak merasa prihatin menyaksikan bahwa buah-buahan lokal nyaris hampir hilang di pasaran karena kalah bersaing dengan buah-buah impor.Tidak lagi ada Apel Manalagi, yang ada Apel New Zeland; tidak ada lagi pepaya lokal, yang ada Pepaya Tailand; tidak ada lagi jambu lokal, yang ada Jambu Bangkok. Bahan buah asem lokal yang rasanya sangat masam, karena itu biasanya dipakai untuk memasak, tapi buah asem impor rasanya berubah seperti kurma. Kini yang buah-buah tersisa di pasaranhanya Tela (ubi), yaitu Tela Cilembu dan Tela Pacet. Ironis memang, tapi ini fakta.
Kenyataan ini memang terasa pahit, tapi memang begitu adanya sehingga dapat dipastikan keberadaan tanaman tanaman lokal tidak banyak yang dikenal oleh generasi termasuk pelajar-pelajar kita. Tanaman-tanaman itu dianggap liar dan tidak berguna sehingga pantas ditebang dan dimusnahkan. Atau paling tidak dibiarkan, mau hidup atau mau mati.
5. Masalah Makanan dan Kantin Sekolah
Makanan dan kantin di SMP Negeri 2 Gresik selama ini masih dikategorikan sedikit bermasalah. Ini karena makanan yang dijual dan pedagang-pedangang liar yang menjajakan makanannya di sekolah pada jam-jam tertentu, biasanya pada jam pulang sekolah sulit untuk dikendalikan. Misalnya mie instan yang sampai saat ini masih tersedia di kantin sekolah dengan berbagai alasan karena makanan jenis ini digemari banyak siswa. Makanan dan minuman yang dikemas dalam kantong plastik juga menjadi alasan klasik bagi pedagang-pedagang liar karena dianggap praktis dan tidak merugikan mereka karena jika menggunakan piring atau gelas akan membawa resiko hilang.
Upaya ini berkali-kali telah dicoba, minimal mengurangi, tapi sampai detik ini kesadaran baik para penjual maupun pembeli, dalam hal ini siswa, relatif kecil. Atau mungkin pihak sekolah belum optimal melakukan upaya ini. Sebagai dampaknya, sampah-sampah sampah plastik bungkus makanan dan minuman kerap kali tercecer di lingkungan sekolah. Namun demikian jika upaya mensosialisasikan bahaya makanan dan minuman yang tidak sehat termasuk bahaya platik bagi makan terus menerus didengungkan oleh banyak pihak, tentu saja kesadaran akan bahaya ini tertambat dalam benak warga sekolah yang selanjutnya dapat mempengaruhi warga sekitar.

C. Penetapan Masalah sebagai Program Utama
Sesuai dengan kondisi, kekuatan dan peluang yang dimiliki SMP Negeri 2 Gresikyang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka sekolah menetapkan masalah-masalah lingkungan berikut ini sebagai program utama dalam melaksanakan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan SMP Negeri 2 Gresik
1. Sampah
2. Keaneragaman hayati
Selanjutnya masalah-masalah di atas dipakai sebagai Tema Program Adiwiyata SMP Negeri 2 Gresik yang diharapkan dalam jangka waktu 2 tahun masalah-masalah di atas dapat dipecahkan. Lebih dari itu, melalui masalah-masalah lingkungan yang dietepkan ini membawa dampak pembelajaran bagi warga sekolah sekaligus warga sekitar sekolah.

Oleh karenanya saran kami kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk tidak henti-hentinya memberikan dukungan baik moril maupun material dalam upaya sekolah merealisasikan Kajian dan Rencana Aksi Lingkungan di SMP Negeri 2 Gresik ini.